in

Pegadaian Dinobatkan Sebagai Pembiayaan UMKM Non-Bank Terbaik di SBBI Awards 2025

PT Pegadaian dinobatkan sebagai pembiayaan UMKM Non-Bank terbaik di ajang penghargaan bergengsi Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2025 di Hotel Alila, Solo, Jumat (18/7/2025).

HALO SOLO – PT Pegadaian dinobatkan sebagai pembiayaan UMKM Non-Bank terbaik di ajang penghargaan bergengsi Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2025. Pemberian penghargaan tersebut dilaksanakan di Hotel Alila, Solo, Jumat (18/7/2025).

PT Pegadaian sudah tiga kali berturut-turut mendapatkan penghargaan SBBI ini.

“Tahun 2023, 2024, 2025 kami mendapat penghargaan untuk menyalurkan dan membina UMKM untuk lembaga non bank di wilayah Solo Raya,” ujar Pemimpin PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Edy Purwanto, melalui Deputi Bisnis PT Pegadaian area Surakarta, Nur Wakhid.

PT Pegadaian kerap mendapat penghargaan di dua kategori yakni sebagai lembaga penyalur dan membina UMKM terbaik dan penghargaan terkait investasi emas.

Namun, pada tahun 2025 ini, penghargaan kategori layanan investasi dan pensiunan diraih oleh Galeri 24 yang merupakan anak perusahaan PT Pegadaian.

“Tahun ini terkait investasi emas kita fokuskan untuk anak perusahaan kami yakni Galeri 24,” ujarnya.

Nur Wakhid mengatakan Pegadaian akan terus berkomitmen untuk membantu UMKM di Solo Raya dan Jawa Tengah.

Ia menambahkan, selama ini Pegadaian terus membina UMKM dari merintis hingga menjadi bisnis yang berkembang dan besar.

“Kami terus berkomitmen untuk terus membantu UMKM di Solo Raya dan di Jawa Tengah untuk selalu bersama-sama membangun Indonesia melalui pengembangan UMKM, karena UMKM yang ada di Solo Raya dan Jawa Tengah membutuhkan pembinaan dari Pegadaian. Bahkan UMKM dari awal merintis bisnis hingga bisa naik kelas. Harapan kami UMKM ini memiliki brand yang kuat,” terangnya.

Nur Wakhid berharap UMKM ini bisa membuka lapangan kerja dan mampu berdampak untuk kesejahteraan masyarakat. Terlebih, Pegadaian memiliki tiga kategori dalam binaannya.

“Selama ini kita ada 3 kategori UMKM yakni UMKM yang baru dibina, UMKM yang mendapat pembiayaan dan UMKM yang sudah naik kelas,” jelasnya.

Nur Wakhid mengatakan Pegadaian sudah menyalurkan pembiayaan untuk 16 ribu UMKM di wilayah Surakarta.

Pegadaian terus mendorong pengusaha kecil untuk memiliki kehidupan yang layak melalui bisnis yang sedang dijalani agar masa depan mereka terjamin melalui investasi emas.

“Sehingga ketika mereka sudah berbisnis, kita ajarkan untuk investasi emas agar masa depannya bisa terjamin untuk sekolah anaknya, untuk sarana ibadah, dan lain sebagainya. Dengan berinvestasi emas, maka ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh para pengusaha UMKM di masa depan,” jelasnya.

Nur Wakhid berharap agar seluruh UMKM yang menjadi binaan Pegadaian selalu melakukan inovasi dan berkolaborasi.

“Harapan kami, UMKM ini selalu berkolaborasi bersama, agar terus bermanfaat untuk sekeliling kita,” katanya.

Nur Wakhid menegaskan Pegadaian akan selalu menjadi mitra UMKM untuk mengembangkan bisnis agar bisa bermanfaat untuk masyarakat dan bisa berdampak khususnya di wilayah Solo Raya.(HS)

Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok, Pemkab Kendal Gelar Gerakan Pangan Murah di Desa Ngareanak

Cara Taj Yasin Memberdayakan Lansia yang Sebatang Kara