in

Bawa Program Dashat hingga Tamasya, Mahasiswa FK Unnes Bantu Sehatkan Desa Sumberejo Randublatung

Sembilan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang melaksanakan pengabdian masyarakat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Sembilan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Semarang (Unnes) resmi memulai pengabdian masyarakat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora.

Selama 45 hari ke depan, tim yang terdiri atas delapan perempuan dan satu laki-laki ini akan berfokus pada peningkatan kesehatan warga setempat. Mereka berasal dari jurusan Kedokteran, Ilmu Kesehatan Masyarakat, dan Gizi.

Pada hari kedua tiba di Desa Sumberejo, Senin (15/6/2026) tim mahasiswa langsung bergerak cepat melakukan koordinasi di lapangan.

Agenda pada hari itu meliputi penerjunan resmi di Kantor Kecamatan Randublatung. Sowan (kunjungan silaturahmi) ke kediaman Kepala Desa Sumberejo. Koordinasi awal bersama perangkat desa di Balai Desa Sumberejo.

Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades) Sumberejo, Faza, (dari jurusan Kesehatan Masyarakat) menjelaskan bahwa timnya telah menyusun program kerja wajib yang menyasar masalah kesehatan mendasar.

Dalam KKN tersebut, mereka memiliki empat program utama yang siap dijalankan, Dalam program pertama, yakni Kader Lestari Keluarga Sadar Gizi, para mahasiswa tersebut akan memberikan edukasi berkelanjutan, membentuk keluarga yang paham pemenuhan gizi seimbang.

Mahasiswa KKN Unnes juga melaksanakan program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).

Dalam program tersebut mahasiswa akan menyelenggarakan edukasi gizi dan minimal 3 kali demonstrasi menu sehat seimbang, sehingga diharapkan dapat membantu menurunkan angka stunting.

Program lain yang akan dilaksanakan, adalah pemantauan jentik dan aksi 3M rutin setiap minggu. Gerakan Bebas Jentik Nyamuk ini dilaksanakan untuk mengajak masyarakat menekan risiko demam berdarah.

Adapun program kelima adalah Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) dan Taman Baskara. Dalam program ini, mahasiswa menyampaikan edukasi mengenai kesehatan mental anak, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), monitoring tumbuh kembang di KB/TK, serta budi daya tanaman obat keluarga (Toga) berbasis kearifan lokal.

“Program-program ini diharapkan dapat berjalan sukses, lancar, serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi kualitas kesehatan masyarakat Desa Sumberejo,” kata Faza. (HS-08).

 

 

Pemkab Rembang Percepat Pengalihan Jalur Angkutan Tambang di Kecamatan Sale

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Kapolri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Saling Menebar Manfaat