in

BPS Jepara Terjunkan 1.214 Petugas Dalam Sensus Ekonomi Nasional 2026

Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar bersama sejumlah pejabat, bersiap menerbangkan balon dalam acara pencanangan Sensus Ekonomi 2026, di halaman kantor BPS Kabupaten Jepara, Senin (15/6/2026). (Foto : jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menekankan pentingnya Sensus Ekonomi 2026, yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) di berbagai daerah.

Data yang dihimpun dari sensus ini, menurut dia, merupakan dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, dalam acara pencanangan Sensus Ekonomi 2026, di halaman kantor BPS Kabupaten Jepara, Senin (15/6/2026). Hadir dalam kegiatan itu sejumlah pejabat Forkompimda Jepara dan Pemkab Jepara.

Sensus Ekonomi 2026 ini merupakan yang kelima kali diselenggarakan di Indonesia. Sensus ekononomi pertama dilaksanakan pada 1986, kemudian diadakan kembali pada 1996, 2006, dan 2016.

Menurut Ibnu Hajar, Sensus Ekonomi 2026 sangat penting, karena dapat memperlihatkan data lengkap mengenai struktur dan perkembangan usaha, termasuk jumlah usaha dan aktivitas ekonomi, sebagai dasar perumusan kebijakan ekonomi nasional dan daerah.

Ini adalah ikhtiar negara, untuk memastikan seluruh aktivitas ekonoimi masyarakat terlihat, dapat dipahami, dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

“Melalui Sensus Ekonomi 2026, kita akan memastikan bahwa denyut ekonomi masyarakat Jepara terekam dengan baik. Ekspor mebel Jepara mampu menembus 100 negara lebih, setiap tahunnya,” ujar Gus Hajar, seperti dirilis jepara.go.id.

Menurut Gus Hajar, perekonomian Kabupaten Jepara pada 2025 tumbuh 5,41 persen.

“Tetapi pertumbuhan saja tidak cukup. Kita harus paham di mana pertumbuhan itu berada, sektor mana yang berkembang, tantangan apa yang dihadapi pelaku usaha, peluang apa saja yang harus kita dorong di masa mendatang,” kata dia.

Lebih lanjut, Gus Hajar mengajak masyarakat Jepara untuk berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026.

Partisipasi masyarakat sangat membantu pemerintah untuk memperoleh data yang akurat.

Penandatanganan komitmen bersama harus menjadi komitmen bersama, karena keberhasilan pembangunan ekonomi memerlukan kolaborasi semua pihak. Berdasarkan data yang akurat, kebijakan yang tepat sasaran, semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat sangat menentukan dalam membangun Kabupaten Jepara.

“Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026, agar Kabupaten Jepara semakin maju, berdaya saing, dan semakin sejahtera,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Jepara, Isnaini menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan mulai 15 Juni sampai 31 Agustus 2026.

Dalam pencanangan tersebut, BPS menerjunkan 1.214 petugas untuk melakukan pendataan seluruh aktivitas ekonomi, mulai usaha mikro, UMKM, hingga sektor ekonomi digital.

Isnaini menegaskan, terkait kerahasian data masyarakat Jepara dijamin oleh BPS. Bahkan pihaknya bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk keamanan datanya.

“Kita sudah bekerjasama dengan BSSN, artinya diibaratkan BSSN sebagai pemegang kuncinya. Jadi masyarakat Jepara tidak perlu khawatir, karena data masyarakat Jepara kita jamin keamanan dan kerahasiaannya,”terangnya.

Sensus Ekonomi 2026 sendiri merupakan sensus ekonomi kelima di Indonesia setelah pelaksanaan tahun 1986, 1996, 2006, dan 2016.

Program ini bertujuan menyediakan data lengkap mengenai struktur dan perkembangan usaha di Indonesia sebagai dasar perumusan kebijakan ekonomi nasional dan daerah. (HS-08)

 

 

Lantik 66 Pejabat, Bupati Kudus Tegaskan Kualitas Aparatur Tentukan Keberhasilan Pembangunan Daerah

Jepara Masuk Calon Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi Berdasarkan Asesmen Kemendikdasmen