in

Jumlah Peserta IFEX 2026 dari Jepara Naik Dua Kali Lipat

Bupati Jepara H Witiarso Utomo. (Foto : jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Jumlah perusahaan mebel Jepara yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Jepara, untuk mengikuti pameran internasional Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026, meningkat menjadi 20 perusahaan. Angka itu naik dari 10 perusahaan pada tahun 2025.

Peningkatan tersebut disampaikan dalam sosialisasi kegiatan pameran di Gedung Shima, kompleks Sekretariat Daerah Jepara, Kamis (4/9/2025).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara Zamroni Lestiaza, mengatakan penambahan peserta ini merupakan bagian dari program “Market Entry 2026”.

Program itu disiapkan untuk mendukung pelaku usaha mebel agar lebih kompetitif di pasar global.

“Ini sebagai persiapan kita untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2026, utamanya yang bersentuhan dengan teman-teman pelaku usaha industri mebel,” tuturnya.

Menurut Zamroni, jumlah perusahaan peserta IFEX tahun depan, bertambah signifikan.

Fasilitasi peserta IFEX meningkat dari 8 perusahaan pada 2024, menjadi 10 perusahaan pada 2025, dan direncanakan 20 perusahaan pada 2026

“Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati untuk IFEX 2026 ini fasilitasi yang akan diberikan oleh pemerintah daerah ini bertambah,” kata Zamroni.

Dari perusahaan yang mendaftar, pemerintah daerah akan melakukan kurasi karena hanya 20 perusahaan yang difasilitasi.

Ia menegaskan proses kurasi melibatkan kurator nasional. Jumlah itu jauh lebih kecil dibanding banyaknya perusahaan berskala ekspor di Jepara.

Dengan demikian, seleksi dilakukan bergantian setiap tahun agar lebih merata bagi pelaku usaha yang memiliki kualitas produksi dan kapasitas ekspor.

“September ini kita sudah membuka pendaftaran untuk teman-teman yang berminat untuk bisa mengikuti utamanya adalah untuk pameran yang IFEX, dan pameran Index (International Design Exhibition- red) juga barangkali,” terangnya.

Bupati Jepara H Witiarso Utomo menilai rangkaian pameran 2026 menjadi momentum memperkuat identitas Jepara sebagai kota ukir.

Ia berharap produk ukir tidak hanya dipandang sebagai mebel, tetapi juga karya seni bernilai tinggi.

“Kami ingin ukir Jepara bukan sekadar slogan di gapura, melainkan ekosistem yang hidup dan mendukung ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Selain IFEX, pemerintah daerah juga meluncurkan Paviliun Jepara untuk Pameran Seni Ukir Jepara 2026 dan Pameran Index Dubai 2026.

Pameran seni ukir bertema “Tatah” akan digelar selama April—Mei 2026 di Galeri Nasional Jakarta.

Adapun enam perusahaan akan difasilitasi mengikuti pameran di Dubai World Trade Centre, Uni Emirat Arab.

Lebih lanjut, Bupati Jepara H Witiarso Utomo berpesan agar asosiasi dan pelaku usaha aktif memberi edukasi kepada pengrajin. Khususnya mengenai manajemen usaha dan standar kualitas produk.

Ia berharap momentum pameran 2026 dapat menjadi sarana memperbaiki tata kelola usaha sekaligus mengangkat seni ukir sebagai pusaka daerah bernilai ekonomi tinggi. (HS-08)

Digelar Pemprov Jateng di Pekalongan dan Salatiga, Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga

Enam Kampung KB Terbaik di Rembang Jalani Verifikasi Lapangan