in

Jangan Sepelekan Kantuk, Polisi Menduga Microsleep Picu Kecelakaan Maut di Tol JORR

Kecelakaan di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road KM 54+600 arah Cakung, Sabtu (18/7/2026) siang, menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka. (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG  – Polisi menduga kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan terjadi di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) KM 54+600 arah Cakung, Sabtu (18/7/2026) siang, terjadi lantaran pengemudi truk kontainer mengalami microsleep.

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka.

Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Rieki Indra Bratamanggala, seperti dirilis humas.polri.go.id, pada Minggu (19/7/2026) menjelaskan seluruh kendaraan melaju dari arah Bintara menuju Cakung di lajur satu, lima kendaraan di depan mengurangi kecepatan karena kepadatan arus lalu lintas.

Namun truk kontainer yang berada di belakang, diduga pengemudinya mengalami microsleep, sehingga terus melaju hingga menabrak kendaraan di depannya.

Kecelakaan beruntun ini, melibatkan satu mobil pikap, satu mobil boks, dua truk trailer, dan dua truk.

Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi truk kontainer Gandi Sugandi (59) meninggal dunia.

Sementara itu, Hamdan Hidayat, pengemudi mobil pikap, mengalami luka berat dan Jajang Irawan, pengemudi truk, mengalami luka ringan seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelelahan saat berkendara merupakan salah satu faktor yang dapat memicu kecelakaan lalu lintas, terutama di jalan tol yang harus berkonsentrasi tinggi.

Apa Itu Microsleep?

Dikutip dari website resmi Korlantas Polri https://korlantas.polri.go.id , microsleep adalah kondisi ketika seseorang tertidur beberapa detik tanpa disadari.

Meski berlangsung sangat singkat, kondisi ini bisa sangat berbahaya ketika mengemudi.

Saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi, pengemudi yang mengalami microsleep dapat kehilangan kendali.

Adapun tanda-tanda microsleep, adalah

  • Mata terasa berat dan sering berkedip secara perlahan.
  • Menguap berulang kali dan sulit menjaga fokus.
  • Kepala terasa berat hingga cenderung tertunduk.
  • Sulit mengingat beberapa detik perjalanan yang baru saja dilalui.
  • Kendaraan mulai keluar jalur tanpa disadari.

Faktor memicu terjadinya microsleep :

  • Kurang tidur sebelum melakukan perjalanan.
  • Mengemudi dalam waktu lama tanpa jeda istirahat.
  • Berkendara pada jam biologis tubuh yang rentan menimbulkan rasa kantuk, seperti dini hari atau setelah makan siang.
  • Melintasi jalur yang monoton, seperti jalan tol, sehingga otak kehilangan stimulasi dan lebih mudah mengantuk.

Berikut ini tips mencegah microsleep :

  • Pastikan tidur yang cukup sebelum berkendara.
  • Beristirahat setiap dua atau empat jam di tempat yang aman untuk beristirahat.
  • Jangan memaksakan diri mengemudi ketika mulai merasa mengantuk.
  • Hindari mengonsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan kantuk sebelum berkendara.
  • Kopi atau minuman berkafein hanya membantu meningkatkan kewaspadaan untuk sementara dan tidak dapat menggantikan kebutuhan tubuh untuk beristirahat.

Keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, tetapi juga kesiapan fisik pengemudi.

Apabila mulai muncul rasa lelah, kantuk, atau sulit berkonsentrasi, jangan memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan.

Berhenti sejenak untuk beristirahat merupakan langkah sederhana yang dapat mencegah terjadinya kecelakaan dan melindungi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. (HS-08)

 

 

Lahirkan Inovator Pelestari Hutan, Kemenhut Kumpulkan 30 Anak Muda Terbaik

Dinkes Kota Semarang Sebut Enam Kasus Meninggal Akibat Leptospirosis