in

Menag Terima Wamen PPMI, Bahas Persiapan Natal Nasional 2026

Menteri Agama Nasaruddin Umar (kiri), dalam audiensi bersama dengan Wakil Menteri BP2MI Christina Aryani, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (14/9/2026). (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Agama Nasaruddin Umar, mendorong Perayaan Natal Nasional 2026, tetap berlangsung sederhana dan khidmat.

Di tengah bencana yang masih melanda sejumlah wilayah, perayaan tersebut diharapkan sekaligus menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan memperluas semangat Natal bersama hingga ke daerah.

Hal itu disampaikan Menag saat menerima audiensi Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Christina Aryani di Jakarta. Audiensi turut dihadiri Staf Ahli Menteri Agama Adiyarto Sumardjono.

Pertemuan tersebut membahas persiapan Natal Nasional 2026, mulai dari konsep perayaan, kepanitiaan, waktu dan lokasi, hingga rencana rangkaian bantuan sosial dan penguatan Natal bersama di daerah.

Menag meminta agar Natal Nasional tahun ini ditempatkan dalam konteks kondisi masyarakat, khususnya sejumlah daerah yang tengah menghadapi bencana.

“Yang sekarang sedang kita tangani karena bencana. Jadi, jangan sampai kita terkesan bermewah-mewahan. Kita harus melihat kondisi yang ada,” ujarnya di Jakarta, Senin (14/9/2026), seperti dirilis laman resmi Kementerian Agama RI, kemenag.go.id.

Pesan kesederhanaan tersebut berjalan beriringan dengan rencana menghadirkan dimensi sosial dalam rangkaian Natal Nasional 2026.

Christina menyampaikan, selain perayaan Natal, kemungkinan akan ada bantuan sosial.

Lokasi-lokasi penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan mempertimbangkan wilayah yang membutuhkan.

Arah tersebut membuat perayaan Natal Nasional tidak berhenti pada agenda seremonial.

Bantuan sosial menjadi salah satu cara menerjemahkan semangat perayaan ke dalam kepedulian terhadap masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah terdampak bencana.

Dalam audiensi, Menag juga menyoroti pelaksanaan Natal bersama di daerah. Ia menilai semangat Natal bersama selama ini lebih terlihat di tingkat pusat, sementara di sejumlah daerah masih berlangsung secara masing-masing.

Karena itu, Menag mengusulkan agar semangat Natal bersama juga didorong di daerah.

 

Penguatan Natal bersama di daerah nantinya dapat melibatkan penyelenggara dan penyuluh agama.

Dalam audiensi juga dibahas kemungkinan pelaksanaan secara hybrid, sehingga daerah dapat terhubung dengan rangkaian perayaan Natal Nasional di tingkat pusat.

“Kami juga berencana mengadakan acara secara hybrid agar masyarakat dari berbagai kabupaten dapat turut serta menyaksikan dan merasakan kebersamaannya.” tanggap Christina.

Dengan pendekatan tersebut, Natal Nasional 2026 tidak hanya diposisikan sebagai perayaan yang berlangsung di satu panggung.

Semangat kebersamaan diharapkan bergerak dari pusat menuju daerah, sementara pesan kepedulian sosial diwujudkan melalui bantuan yang menjangkau titik-titik yang membutuhkan.

Menag juga menekankan pentingnya menyesuaikan penyelenggaraan dengan kondisi daerah.

Ia mencontohkan wilayah yang sedang mengalami musibah agar tidak terbebani dengan penyelenggaraan acara yang mengeluarkan biaya besar.

Fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan agar pesan perayaan tetap terjaga tanpa mengabaikan situasi masyarakat.

“Kita memang menginginkan acara yang masif agar gaungnya terasa, namun kita tetap harus peka terhadap kondisi sekitar. Jangan sampai penyelenggaraan ini menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat daerah yang sedang mengalami musibah. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan fasilitas yang sudah ada secara efektif namun tetap khidmat.” tegasnya.

Sementara terkait waktu pelaksanaan, salah satu opsi yang dibahas adalah awal Januari.

Pertimbangannya, suasana Natal masih terasa setelah masyarakat kembali dari masa liburan. Menag menekankan agar waktu pelaksanaan juga disesuaikan.

Dengan demikian, persiapan Natal Nasional 2026 diarahkan pada tiga pesan utama: menjaga kemeriahan perayaan, menghadirkan kepedulian sosial di tengah bencana, dan memperluas semangat Natal bersama hingga daerah.

Perayaan nasional tersebut diharapkan tidak hanya besar dalam skala, tetapi juga luas dalam dampak dan kuat dalam pesan kebersamaan. (HS-08)

 

 

Sukses Bukukan Omzet Rp 625 Juta, KDMP Panerusan Wetan Banjarnegara Dikunjungi Menkop RI

Tegaskan Tidak Ada Pungutan Tambahan dalam Layanan Nikah, Kemenag Larang Warga Bayar di luar Ketentuan