HALO BANJARNEGARA – Sukses membukukan omzet sekitar Rp 625 juta sejak mulai beroperasi, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Panerusan Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara dikunjungi Menteri Koperasi RI, Ferry Joko Juliantono, Minggu (13/9/2026).
Kunjungan Menkop ini dilakukan, untuk melihat langsung kinerja para pengurus KDMP yang dinilai terbaik se-Banjarnegara tersebut.
Di tengah banyaknya tudingan miring tentang KDMP, namun KDMP Panerusan Wetan mampu membuktikan keseriusan jajaran pengurus dalam mengelola koperasi, sehingga mampu meraup omzet hingga ratusan juta sejak mulai beroperasi.
Kurnia Utami, salah seorang pengurus KDMP, saat ditemui mengaku, saat dikunjungi Menkop dirinya tidak dapat menahan tangis haru. Apalagi saat menceritakan proses membangun koperasi dari awal yang penuh perjuangan.
menurutnya, KDMP Panerusan Wetan dibangun dengan semangat gotong royong, juga sukarela, para pengurus, bahkan modal yang sangat terbatas pada saat itu, namun dengan kegigihan, membuat KDMP mampu bertumbuh bahkan berkembang hingga saat ini.
“Kita tidak menyangka bakal dikunjungi Bapak Menteri Koperasi. Kemarin kita sampaikan, bahwa ini adalah perjuangan dari awal, benar-benar dari awal. Kita juga sampaikan, mulai beroperasi tanpa bayaran. Jadi kita ini benar-benat tenaga relawan,” ungkap Kurnia dengan terbata – bata tak kuasa menahan haru, Senin (14/9/2026)
Saat ini, kata dia, KDMP Panerusan Wetan, telah memiliki sekitar 575 anggota. Dirinya juga menyebut, dari iuran pokok dan iuran wajib, koperasi bisa menghimpun modal sekitar Rp.18 juta.
“Alhamdulillah, dari awal modal sekitar Rp 575 ribu, kemudian kita mendapatkan iuran wajib dan pokok dari anggota hingga terkumpul sekitar Rp 18 juta. Alhamdulillah, sampai omzet sekarang bisa mencapai Rp 625 juta,” jelas Kurnia.
Sebelumnya, Menteri Koperasi RI Ferry Joko Juliantono, memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja jajaran pengurus dan Pemerintah Desa Panerusan Wetan dalam mengawal berdirinya KDMP, sehingga kini bisa membukukan omzet yang nyata.
Dirinya menegaskan, bahwa keberadaan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih bukan untuk bersaing dengan koperasi dan pelaku usaha yang sudah berkembang, melainkan hadir sebagai penyeimbang sekaligus membantu menjaga stabilitas harga di masyarakat.
”Salah satu peran KDMP adalah membantu menyalurkan barang-barang bersubsidi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” ujar Menkop, seraya menambahkan jika pemerintah juga tetap mendorong koperasi-koperasi yang sudah ada agar terus berkembang.
Ia menegaskan, kehadiran KDMP juga bukanlah menggantikan koperasi yang sudah ada, melainkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem perkoperasian di Indonesia.
Sementara itu, Kepala Dinperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara, Adi Cahyono PS menyampaikan, saat ini, KDMP Panerusan Wetan menjalankan usaha penyediaan kebutuhan masyarakat, antara lain sembako, pupuk, gas LPG, kopi lokal, dan berbagai produk lainnya, sedang untuk simpan pinjam belum beroperasi.
Dari keuntungan usaha, lanjutnya, kemudian digulirkan kembali untuk memperkuat modal dan mengembangkan usaha koperasi. Dalam satu tahun, koperasi ini mencatat laba kotor sekitar Rp 40 juta.
”Pemerintah daerah terus melakukan pendampingan untuk menguatkan eksistensi KDMP di Kabupaten Banjarnegara. Saat ini ada lima KDMP yang menonjol. Nah, KDMP Panerusan Wetan merupakan peringkat terbaik pertama, di Kabupaten Banjarnegara,” imbuh Adi.(HS)

