in

Lahirkan Inovator Pelestari Hutan, Kemenhut Kumpulkan 30 Anak Muda Terbaik

Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru 2026. (Foto : kehutanan.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Kehutanan mengumpulkan 30 pemuda, dalam kegiatan Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru, pada Kamis-Jumat (16-17 Juli 2026).

Dalam kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar tentang hutan, tetapi juga ditempa untuk menjadi pemimpin, inovator, dan penggerak aksi pelestarian hutan di daerahnya masing-masing.

Kementerian Kehutanan RI, dalam siaran pers yang dirilis kehutanan.go.id pada Minggu (19/7/2026) menyebutkan, kegiatan bertema “Forest for Future Generation: Aksi Generasi Muda Pelestari Hutan untuk Masa Depan Hijau” ini, diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) Kementerian Kehutanan, berkolaborasi dengan Balai P2SDM Wilayah II Pekanbaru.

Forest Youthverse Summit merupakan puncak dari rangkaian pembinaan yang sebelumnya diawali melalui Mentoring Class dan Coaching Class.

Dari 50 peserta yang mengikuti proses pendampingan, terpilih 30 peserta terbaik untuk mengikuti Summit sebagai ruang implementasi gagasan, kolaborasi, dan penguatan kepemimpinan generasi muda pelestari hutan.

Hari pertama diisi dengan pengalaman belajar berbasis alam. Peserta melakukan penanaman pohon sebagai simbol komitmen terhadap keberlanjutan, menjelajahi Arboretum SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru untuk mengenal keanekaragaman jenis pohon sekaligus mempelajari perhitungan cadangan karbon, serta mengikuti praktik pembibitan tanaman hutan.

Kreativitas peserta juga diasah melalui kegiatan ecoprint, sebelum kemudian dipertemukan dalam sesi Forest Connect untuk membangun komunikasi, kepercayaan, dan kolaborasi lintas latar belakang.

Semangat kolaborasi tersebut berlanjut pada Forest Innovation Workshop, ketika setiap kelompok menyusun Innovation Board sebagai rancangan solusi terhadap berbagai isu kehutanan di wilayahnya.

Dari proses ini, peserta belajar bahwa inovasi tidak lahir dari individu, melainkan dari kemampuan mendengar, berdiskusi, dan bekerja bersama.

Memasuki hari kedua, Forest Youthverse Summit menjadi panggung bagi gagasan-gagasan terbaik generasi muda.

Melalui Forest Youth Forum, peserta berdialog mengenai berbagai tantangan pengelolaan hutan dan keanekaragaman hayati, mulai dari perubahan iklim, konservasi satwa liar, pengelolaan ekosistem gambut, hingga pemberdayaan masyarakat dan ekonomi hijau.

Selanjutnya, setiap kelompok mempresentasikan solusi yang telah disusun, dalam sesi Forest Innovation Pitching di hadapan para praktisi dan pemangku kepentingan kehutanan.

Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan, sekaligus memperoleh masukan agar setiap inovasi memiliki peluang untuk diwujudkan menjadi aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat dan kelestarian hutan.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Luckmi Purwandari menegaskan bahwa Forest Youthverse, merupakan strategi Kementerian Kehutanan dalam membangun ekosistem pembinaan generasi muda, yang berorientasi pada aksi nyata, bukan sekadar penyelenggaraan pelatihan.

“Tantangan pengelolaan hutan saat ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah ataupun perkembangan teknologi,” kata dia.

Dibutuhkan generasi muda yang memiliki kepedulian, kreativitas, keberanian, dan kemampuan membangun kolaborasi.

Masa depan hutan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah ataupun kecanggihan teknologi.

Sementara itu, Kepala Balai P2SDM Wilayah II Pekanbaru, Manahan Simangunsong menyampaikan bahwa Forest Youthverse merupakan momentum strategis untuk membangun kepedulian generasi muda terhadap kelestarian hutan sejak dini sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga bentang hutan Sumatera.

“Forest Youthverse bukan sekadar kegiatan pembelajaran, tetapi merupakan ruang untuk melahirkan generasi muda yang mampu berpikir kritis, bekerja sama, dan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan kehutanan,” kata dia.

Dia berharap setelah kembali ke daerah masing-masing, para peserta menjadi penggerak, edukator, sekaligus inspirator yang mengajak masyarakat semakin peduli terhadap hutan.

“Balai P2SDM Wilayah II Pekanbaru siap terus mendukung lahirnya Generasi Pelestari Hutan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, UPT Kementerian Kehutanan, perguruan tinggi, sekolah, komunitas, dan para pegiat lingkungan,” katanya.

Forest Youthverse tidak berhenti pada penyelenggaraan Summit. Seluruh peserta diharapkan menjadi bagian dari jejaring Generasi Pelestari Hutan (Genries) yang akan terus didampingi untuk mengimplementasikan inovasi, membangun kolaborasi lintas sektor, serta mengembangkan berbagai aksi pelestarian hutan di daerah masing-masing.

Melalui Forest Youthverse, Kementerian Kehutanan terus memperkuat komitmennya membangun Gerakan Nasional Generasi Pelestari Hutan, sebuah gerakan yang menghubungkan edukasi, kepemimpinan, inovasi, aksi, dan kolaborasi sebagai fondasi lahirnya generasi muda yang adaptif terhadap tantangan zaman sekaligus memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan hutan Indonesia. (HS-08)

 

 

Kemenkes Kebut Pemerataan Dokter Jantung, Dukung Operasional Cath Lab Nasional

Jangan Sepelekan Kantuk, Polisi Menduga Microsleep Picu Kecelakaan Maut di Tol JORR