in

Itjen Kemenag Dorong Peningkatan Kualitas Madrasah Diniyah Takmiliyah

Inspektur Wilayah II pada Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Ruchman Basori (kanan) kunjungi MDT di Surabaya. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) adalah lembaga pendidikan keagamaan non formal, yang tumbuh dan berkembang di masyarakat.

MDT selama ini menjadi salah satu tempat terbaik untuk membentuk karakter dan mengembangkan pengetahuan keagamaan.

Hal itu dikatakan Inspektur Wilayah II Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Ruchman Basori, pada kegiatan uji instrument evaluasi Pendidikan Keagamaan Non Formal, belum lama ini, di Kota Surabaya.

Dikatakan Ruchman, negara terus berupaya hadir agar MDT dapat meningkatkan kualitasnya, menjadi tempat yang nyaman bagi para santri untuk belajar.

Karenanya usaha penguatan kelembagaan, kurikulum, sarana prasarana, pengembangan evaluasi dan penciptaan kultur belajar yang baik juga kerap dilakukan.

Doktor Manajemen Kependidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini, berharap agar kian hari penyelenggaraan MDT semakin berkualitas seiring dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.

Untuk diketahui, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama menurunkan tim untuk melakukan uji instrument evaluasi Pendidikan Keagamaan Non Formal, dengan supervisor Irwil II Ruchman Basori, Pengendali Teknis Tukhfatul Rosyid, Ketua Tim Feriyantin, Anggota Ardi Wirapratana, Herwan dan Eka Widyaningtyas.

Tim Inspektorat Jenderal Kemenag RI, hadir ke Surabaya sejak 7 – 13 Juli 2024, dengan mengambil lokasi kegiatan di Kota Surabaya dan Sidoarjo.

Tim juga memeriksa berkas-berkas, regulasi MDT dan diskusi mendalam bersama Kabid Pdpontren Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Muhammad Asadul Anam; Plt Kepala Seksi Pdpontren Kankemenag Kota Surabaya, M Yahya; dan Kasubag TU M. Arifin.

Tim Uji Instrumen melihat secara langsung pengelolaan operasional pada beberapa MDT, di antaranya MDT Baitussalam Jumputrejo Sukodono Sidoarjo, MDT Al Hamdaniyah Buduran Sidoarjo, MDT Manbaul Hikam Tanggulangin dan MDT Al MahfudzohJabon Sidoarjo.

Pengendali Teknis (Dalnis) Itwil II Tukhfatul Rosyid, mengatakan bahwa uji instrument dimaksudkan agar upaya evaluasi yang akan dilaksanakan oleh Itjen pada penyelenggaraan Pendidikan non formal menjadi reliabel dan menggambarkan kondisi secara objektif.

Kabid Pdpontren Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur Muhammad Asadul Anam mengatakan kami berterimakasih kepada Tim Itjen Kemenag yang telah melakukan uji kompetensi evaluasi Pendidikan Keagamaan Non Formal.

“Ini penting akan memberikan motivasi dan inspirasi agar penyelenggara MDT khususnya, untuk menata diri menjadi layak dan berkualitas,” katanya.

“Saya berharap Pengurus MDT kooperatif dan menyampaikan segala hal yang diperlukan Tim Itjen Kemenag RI, sehingga instrument yang dususun menjadi reliabel dan mendapatkan hasil evaluasi yang optimal,” kata Anam.

Sementara itu Plt. Kepala Seksi PdpontrenKankemenag Kota Surabaya M. Yahya yang didampingi Kasubbag TU Arifin berharap melalui kunjungan Tim Itjen akan menambah kedisiplinan Madrasah Diniyah untuk mengelola operasional dan bantuan-bantuan dari pemerintah semakin lebih optimal.(HS-08)

Operasional Haji di Makkah Berakhir, Layanan Haji Terkonsentrasi di Madinah

Dies Natalis PKN STAN, Menkeu: Terus Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kemajuan Rakyat Indonesia