HALO PEKALONGAN – Warga Dukuh Tanjung, Desa Tanjung Kulon, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, menemukan mayat seorang lansia laki-laki di tengah kebun singkong milik Perumahan Kajen Permai Indah, Minggu (27/9/2026) sore.
Korban yang kemudian diketahui bernama Duladi (82), warga Desa Tanjung Kulon, Kecamatan Kajen, ditemukan tak bernyawa, setelah dinyatakan hilang oleh keluarganya, sejak Sabtu (26/9/2026).
Korban pertama kali ditemukan oleh anggota keluarganya sendiri sekitar pukul 17.30 wib di area kebun singkong yang berjarak kurang lebih 500 meter dari kediamannya.
Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Iptu Suwarti, mewakili Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C Yusuf, mengatakan polisi langsung turun ke lokasi, setelah menerima informasi tersebut.
“Benar, pada Minggu sore tanggal 27 September 2026 sekitar pukul 17.30 wib, ditemukan seorang laki-laki lanjut usia dalam kondisi meninggal dunia di area kebun singkong. Personel gabungan juga telah meluncur ke lokasi,” kata dia, seperti dirilis humas.polri.go.id.
Iptu Suwarti menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika korban diketahui meninggalkan rumah sejak Sabtu (26/9/2026) pagi. Anak korban, yakni Sutiyah (45) yang tinggal serumah dengan korban, menyadari keberadaan korban yang tak kunjung kembali, saat dirinya pulang bekerja sore harinya.
Upaya pencarian mandiri oleh keluarga dan warga sempat dilakukan namun belum membuahkan hasil.
Pencarian kemudian dilanjutkan pada hari kedua, Minggu (27/9) sore. Salah satu kerabat akhirnya menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, di tengah kebun singkong. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Bhabinkamtibmas Polsek Kajen.
“Tim gabungan yang terdiri dari Pamapta, Unit Reskrim SPKT Polsek Kajen dan Polres Pekalongan, serta Tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Pekalongan, tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP awal dan evakuasi,” kata Iptu Suwarti.
Dari hasil olah TKP dan Identifikasi petugas di lapangan, korban ditemukan dalam posisi terlentang tanpa mengenakan baju, hanya memakai celana pendek biru hitam. Jasad korban sudah mulai mengalami proses pembusukan.
“Di dekat jasad korban, petugas menemukan bekas muntahan yang sudah mengering di samping kanan kepala. Selain itu ditemukan barang-barang milik korban di sekitar lokasi,” kata Iptu Suwarti.
Saat ini, jasad korban telah dievakuasi oleh petugas kepolisian bersama warga setempat.
Pihak keluarga sudah menerima kematian korban sebagai musibah dan tidak menghendaki dilaksanakan otopsi. (HS-08)


