HALO SRAGEN – Ibrahim Aditama dan Misya Aprillia Z, keduanya siswa SMA Negeri 3 Sragen, terpilih sebagai Juara 1 Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Sragen Tahun 2026.
Mereka berhasil menjadi yang terbaik dari 32 finalis atau 16 pasang finalis dalam Grand Final Apresiasi Duta Genre, yang digelar di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, belum lama ini.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Sragen, Yohanes Agus Sudarmanto, mengatakan pemilihan Duta Genre, merupakan proses panjang yang dimulai dari perekrutan, seleksi, hingga karantina dan pembekalan.
Tahun ini jumlah pendaftar meningkat menjadi 125 orang dari 116 pendaftar pada tahun sebelumnya.
“Semakin banyak yang mendaftar, chance (peluang-Red) kita untuk memilih yang terbaik semakin luas,” kata dia, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Setelah melalui seleksi tertulis, praktik, wawancara, public speaking, dan Focus Group Discussion (FGD), para finalis mengikuti pembekalan terkait stunting, Konvensi Hak Anak, program KB, psikologi remaja, hingga kegiatan pengembangan diri.
Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Rusman Efendi, mengatakan Duta Genre tidak sekadar menjadi pemenang kompetisi, tetapi diharapkan mampu menjadi teladan dan konselor sebaya bagi remaja.
“Duta Genre diharapkan mampu menerjemahkan isu-isu yang terkadang terasa berat menjadi percakapan yang dekat dengan remaja. Di situlah kekuatan pendekatan dari remaja, oleh remaja, dan untuk remaja,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sragen, Suroto, menekankan pentingnya peran remaja dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, tantangan remaja saat ini semakin kompleks, mulai dari kesehatan mental, cyberbullying, kecanduan gawai, literasi digital, hingga pencegahan stunting dan pernikahan usia anak.
Suroto berharap para Duta Genre dapat menjalankan perannya sebagai agen perubahan dan menjadi contoh positif bagi lingkungan sebayanya.
“Jadilah role model yang nyata di lingkungan sekolah, kampus, maupun masyarakat. Turun tangan langsung menginspirasi sesama remaja untuk menghindari pernikahan usia anak, seks pranikah, dan penyalahgunaan narkoba,” pesannya. (HS-08)


