in

Gunung Semeru Erupsi, PVMBG Minta Warga Tidak Beraktivitas di Sektor Tenggara

Sumber : magma.esdm.go.id

 

HALO SEMARANG – Gunung Semeru yang berada di wilayah Jawa Timur, kembali meletus pada Minggu pagi, sekitar pukul 08.30 WIB, Minggu (21/7/24).

Dalam peristiwa itu, terpatau tinggi kolom letusan mencapai lebih kurang 600 meter di atas puncak.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Minggu, 21 Juli 2024, pukul 08:30 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 600 m di atas puncak (± 4276 m di atas permukaan laut),” jelas Petugas PVMBG Kementerian ESDM, Sigit Rian Alfian.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat.

Di mana, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 83 detik.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menginformasikan, juga letusan Gunung Semeru teramati pada 2024-07-20 pukul 00:00-24:00 WIB.

Dalam keterangannya melalui laman magma.esdm.go.id, PVMBG menyebutkan terjadi 59 kali gempa letusan / erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 52-143 detik.

Juga terjadi 38 kali gempa guguran, dengan amplitudo 2-15 mm dan lama gempa 30-67 detik.

Selain itu terjadi 17 kali gempa hembusan, dengan amplitudo 3-7 mm, dan lama gempa 38-66 detik; 1 kali Harmonik dengan amplitudo 4 mm, dan lama gempa 125 detik; dan 1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 40 mm, S-P 2.8 detik dan lama gempa 18 detik.

Terjadi pula 3 kali gempa tektonik jauh, dengan amplitudo 8-30 mm, S-P 12-23 detik dan lama gempa 35-55 detik.

Pengamatan pada gunung yang berlokasi di Kabupaten Lumajang, Malang, Jawa Timur, dengan posisi geografis di Latitude -8.108°LU, Longitude 112.92°BT dan memiliki ketinggian 3676 mdpl itu, menunjukkan gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.

Teramati pula asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis tinggi sekitar 100-200 meter dari puncak.

PVMBG menyimpulkan Tingkat Aktivitas Gunungapi Semeru Level II (Waspada), dan mengeluarkan sejumlah rekomendasi.

  1. PVMBG meminta warga tidak beraktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak.
  1. Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 Km dari kawah / puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
  2. Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

Hal ini terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (HS-08)

Menparekraf Dorong Kota Yogyakarta Diajukan Masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO

KORMI Rembang Gelar Senam Kebugaran, Polsek Bulu Kerahkan Personel Pengamanan