in

Gandeng UMKABA, DP2KBP2PA Kendal Gelar Sosialisasi Penyediaan Layanan Rujukan Lanjutan Perempuan Korban Kekerasan

Kegiatan Sosialisasi Penyediaan Layanan Rujukan Lanjutan Bagi Perempuan Korban Kekerasan di Kabupaten Kendal, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kendal, Selasa (7/5/2024).

HALO KENDAL – Kekerasan terhadap perempuan saat ini masih terjadi di dalam masyarakat, tidak terkecuali di Kabupaten Kendal. Untuk Kendal sendiri pada tahun 2023 berdasarkan laporan yang masuk pada Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2KBP2PA) Kendal, terdapat 126 kasus yang telah terlapor dan tertangani.

Hal itu disampaikan Kepala DP2KBP2PA Kendal, Albertus Hendri Setyawan, dalam sambutan kegiatan Sosialisasi Penyediaan Layanan Rujukan Lanjutan Bagi Perempuan Korban Kekerasan di Kabupaten Kendal, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kendal, Selasa (7/5/2024).

“Sebagai informasi tambahan, untuk kasus kekerasan terhadap perempuan dewasa sejumlah 34 kasus, anak perempuan 19 kasus, dan anak laki-laki 73 kasus. Berbagai bentuk kekerasan tersebut di antaranya adalah kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan dalam pacaran, pelecehan seksual, bullying, anak berhadapan dengan hukum, dan perebutan hak asuh anak,” bebernya.

Hendri mengungkapkan, adapun pelayanan yang telah dilaksanakan bagi perempuan korban kekerasan mencakup pelayanan pengaduan, rujukan, rehabilitasi kesehatan, rehabilitasi sosial, pemulangan dan reintegrasi sosisal serta mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pemulihan tersebut.

Dirinya juga menyebut, ada berbagai faktor penyebab terjadinya masalah kekerasan terhadap perempuan. Di antaranya masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang kekerasan, belum sinergitasnya layanan terhadap perempuan korban kekerasan, serta rendahnya tingkat ketahanan keluarga dalam rangka pencegahan kekerasan perempuan.

“Oleh karena itu pendampingan terhadap perempuan yang sering kali menjadi korban harus terus dilakukan. Jadi tanggung jawab pencegahan kekerasan terhadap perempuan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah,” tandas Hendri.

Pihaknya mengapresiasi baik terselenggaranya acara ini, karena dapat meningkatkan pemahaman, wawasan tentang prinsip-prinsip keadilan, perlindungan, upaya pencegahan dan penanganan korban kekerasan terhadap perempuan, yang sesuai dengan ketentuan dan aturan hukum yang berlaku dan prosedur yang tepat, serta membangun sinergitas koordinasi dan jejaring kerjasama lintas lembaga.

“Dalam hal ini kami melibatkkan lembaga pendidikan dalam upaya pencegahan dan penanganan korban kekerasan terhadap perempuan. Harapannya, dengan sosialisasi, para peserta dapat membagikan ilmunya kepada masyarakat luas. Sehingga dapat mengurangi/menghindarkan segala bentuk gangguan/ancaman kekerasan yang menimpa perempuan,” pungkas Hendri.

Sementara itu Ketua Forum Puspa (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Kendal, sekaligus Dekan Fakultas Humaniora dan Sains UMKABA, Taufik Pandan Winoto berharap, melalui kegiatan yang diikuti mahasiswa ini nantinya bisa menjadi tempat rujukan bagi para korban kekerasan.

“Harapan kita mahasiswa nanti bisa jadi tempat rujukan. Karena mahasiswa itu harapan bangsa, saat ada temannya yang dibully kadang mereka takut. Nah di sinilah akan muncul keberanian bahwa ada perlindungan hukum. Ada undang-undang yang melindungi,” ungkapnya.

Taufik mengimbau kepada para perempuan, bilamana ada pelanggaran yang berhubungan dengan hukum dilaporkan saja.

Sedangkan Rektor UMKABA, Dr Hj Sri Rejeki menjelaskan, kegiatan ini menjadi salah satu upaya dan bentuk kontribusi dari UMKABA dalam menanggulangi permasalahan kekerasan yang seringkali menimpa perempuan.

Menurutnya kekerasan pada perempuan, misalnya dalam rumah tangga atau KDRT dapat mengakibatkan peran ibu tidak produktif, terutama dalam mendidik anak-anak mereka. Sehingga penting sekali untuk memberikan sosialisasi kepada mahasiswa bagaimana pentingnya menanggulangi permasalahan ini.

“Mahasiswa sebenarnya secara khusus sudah mendapatkan mata pelajaran keperawatan maternitas yang di dalamnya ada materi tentang kekerasan pada perempuan. Dan melalui kegiatan seperti ini tidak hanya teori, tetapi mereka tahu masalah yang benar-benar ada dan dapat berkontribusi untuk menanggulangi masalah tersebut,” ungkap Sri Rejeki.(HS)

Megawati Soekarno Putri akan Launching Buku Resep Makanan Baduta dan Ibu Hamil yang Didudun Mbak Ita

Tak Mau Terjerembab dalam Keterpurukan