HALO BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan Universitas Amikom Purwokerto, menggelar Sosialisasi Implementasi Artificial Intelligence (AI), pada Portal Satu Data Kabupaten Banyumas “Dimas Satria”, Rabu (1/7/2026), di Aula Utama Universitas Amikom Purwokerto.
Kegiatan ini menandai peluncuran AI Mas, fitur chatbot berbasis kecerdasan buatan, yang terintegrasi dalam portal Dimas Satria, guna mempermudah masyarakat maupun pemangku kepentingan mengakses, mencari, dan memahami data.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas, Agus Nur Hadie; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Banyumas Budi Nugroho; Rektor Universitas Amikom Purwokerto, Assoc Prof Dr Berlilana M Kom M Si; Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Amikom Purwokerto Prof Dr Imam Tahyuddin; serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan Universitas Amikom Purwokerto, kantor kecamatan, dan perangkat desa se-Kabupaten Banyumas.
Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Amikom Purwokerto, Imam Tahyuddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa implementasi AI tersebut merupakan karya mahasiswa program magister (S-2) di kampusnya, yang dikembangkan mengikuti perkembangan teknologi aktual.
Dia menyebut, implementasi AI pada Portal Satu Data ini, merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, sehingga masyarakat Banyumas dan pihak di luar Banyumas dapat menggali informasi secara mendalam melalui layanan tersebut.
Sementara itu, Rektor Universitas Amikom Purwokerto, Berlilana berharap Portal Satu Data ini dapat diangkat menjadi proyek percontohan hingga skala nasional maupun internasional.
“Kami bersama menginginkan supaya portal satu data ini bisa kita angkat pada skala nasional untuk menjadi projek percontohan hingga internasional, akan kita kawal betul,” ujarnya.
Berlilana menambahkan, di usia ke-21 tahun, Universitas Amikom Purwokerto mengusung tema “Tumbuh Bersama, Semakin Berdampak bagi Masyarakat”, yang sejalan dengan semangat kegiatan sosialisasi ini untuk membawa kemajuan bagi Kabupaten Banyumas.
Sekda Banyumas Agus Nur Hadie menjelaskan, sebelumnya Dimas Satria merupakan aplikasi berbasis situs web, yang membuat masyarakat harus melalui beberapa tahapan untuk menemukan data tertentu.
Sistem yang masih berbasis laman dinilai kurang praktis dan belum mengikuti perkembangan teknologi.
“Misalnya mencari data anak stunting di sebuah desa, pengguna harus melalui beberapa tahap pencarian. Hal itu tentu kurang efektif,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, ide pengembangan Dimas Satria berbasis AI ini lahir saat dirinya menempuh pendidikan di Universitas Amikom Purwokerto.
Melalui AI Mas, seluruh data yang tersimpan di Portal Satu Data Dimas Satria maupun situs resmi Pemerintah Kabupaten Banyumas terintegrasi ke dalam layanan berbasis kecerdasan buatan, sehingga pengguna cukup mengetikkan pertanyaan dan sistem akan menampilkan informasi yang dibutuhkan secara lebih cepat.
“Dengan inovasi ini masyarakat tidak perlu lagi ribet klik sana-sini. Cukup bertanya kepada AI Mas,” katanya.
Menurut Agus, kehadiran AI Mas diharapkan mampu mempercepat pencarian dan analisis data, mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), sekaligus membantu pemerintah mengambil keputusan secara lebih cepat dan tepat. Ia juga meminta seluruh OPD selaku pengampu data dan informasi untuk terus memperbarui basis data pada sistem tersebut agar informasi yang tersedia semakin lengkap dan akurat.
“Kami berharap masing-masing OPD segera menginput data ke dalam sistem ini. Sementara bagi masyarakat, silakan memanfaatkan teknologi baru tersebut,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinkominfo Banyumas, Budi Nugroho memaparkan bahwa Data dan Informasi Banyumas Satria (Dimas Satria) merupakan portal digital sebagai sarana mengelola dan menyebarluaskan data serta informasi.
Keberadaan portal ini menjadi wujud implementasi kebijakan Satu Data Indonesia (SDI) sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019, guna menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan digunakan.
Budi menjelaskan, Dimas Satria dirancang sebagai wadah utama pengelolaan data sektoral sekaligus one stop service kebutuhan data di Kabupaten Banyumas.
Portal ini menyajikan data yang akurat, terintegrasi, transparan, dan mudah diakses, yang diharapkan bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam perencanaan, monitoring, dan evaluasi program pembangunan; OPD dalam berbagi data dan berkolaborasi antarinstansi; masyarakat umum dalam mengakses data terbuka dan berpartisipasi publik; serta kalangan akademisi dan swasta dalam riset, inovasi, dan pengembangan daerah.
Ia menambahkan, tampilan Portal Dimas Satria kini telah diperbarui menjadi lebih modern dan memudahkan pengguna, dengan pengembangan fitur AI Mas berupa chatbot AI yang mampu menjawab pertanyaan kompleks terkait data, statistik, maupun panduan penggunaan sistem secara interaktif.
Meski demikian, Budi menegaskan bahwa AI Mas bukan merupakan pengambil keputusan.
Teknologi tersebut hanya digunakan untuk membantu penyusunan ringkasan, pembersihan data awal, deteksi anomali, penyusunan draf metadata, hingga draf narasi.
“Untuk angka, klasifikasi, rekomendasi, maupun kesimpulan kebijakan tetap harus melalui verifikasi OPD atau wali data. Selain itu, pengguna tidak diperkenankan mengunggah data pribadi atau data sensitif ke AI publik maupun menggunakan AI sebagai penentu keputusan akhir yang berkaitan dengan hak masyarakat,” tegasnya.
Budi turut mengajak seluruh hadirin untuk memberikan evaluasi terhadap aplikasi Dimas Satria demi penyempurnaan layanan ke depan, sekaligus mengajak OPD, mitra, dan masyarakat untuk bergabung menjadi bagian dari ekosistem Dimas Satria dengan menyumbangkan data terverifikasi guna memperkuat basis informasi pembangunan daerah. (HS-08)


