in

Pemetaan Kapasitas, 1.350 Penyuluh Agama Islam Lolos Verifikasi Administrasi Penilaian Kompetensi

Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M Hanafi. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, melakukan pemetaan kapasitas dan penguatan profesionalisme penyuluh agama Islam, melalui penilaian kompetensi.

Total ada 1.440 penyuluh yang mendaftar dan 1.350 orang di antaranya dinyatakan lolos tahap verifikasi administrasi.

Peserta yang lolos verifikasi, berhak mengikuti tahap Penilaian Kompetensi. Ada tiga aspek yang dinilai, yaitu: Penilaian Kompetensi Manajerial, Sosio-Kultural, dan Teknis.

Prosesnya dilakukan melalui Computer Assisted Test (CAT). Selain itu, peserta juga akan mengikuti penilaian portofolio, simulasi penyuluhan, serta wawancara integritas sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun jadwal pelaksanaannya akan diinformasikan kemudian melalui laman Ditjen Bimas Islam.

“Alhamdulillah, proses verifikasi berkas telah selesai dilaksanakan dan hasilnya telah diumumkan melalui laman resmi Ditjen Bimas Islam. Kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang dinyatakan lolos verifikasi dan akan melanjutkan ke tahap penilaian kompetensi,” kata Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M. Hanafi, di Jakarta, Rabu (1/7/2026), seperti dirilis kemenag.go.id.

Menurut Muchlis, penilaian kompetensi bukan sekadar persyaratan administratif untuk kenaikan jenjang jabatan, tetapi merupakan bagian dari transformasi kualitas penyuluh agama di Indonesia.

“Penyuluh agama adalah warasatul anbiya, pewaris tugas para nabi dalam membimbing umat. Karena itu, negara berkewajiban memastikan bahwa setiap penyuluh memiliki kompetensi, integritas, dan profesionalitas yang memadai agar mampu menjawab berbagai persoalan keagamaan dan sosial yang terus berkembang,” jelasnya.

Dijelaskan Muchlis, penilaian kompetensi bertujuan memetakan kapasitas penyuluh dan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi.

Selain itu, penilaian ini juga menjadi salah satu persyaratan kenaikan jenjang jabatan, sekaligus menjaga standar mutu layanan penyuluhan agama kepada masyarakat.

“Harapan kami, penilaian kompetensi menjadi momentum bagi para penyuluh untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Masyarakat membutuhkan penyuluh yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu berdakwah secara bijaksana, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman,” kata Muchlis.

Kepala Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam, Jamaluddin M. Marki, menjelaskan bahwa proses pendaftaran berlangsung sejak 19 Mei hingga 12 Juni 2026.

Sebanyak 1.440 Penyuluh Agama Islam mendaftar mengikuti penilaian kompetensi, terdiri atas 375 peserta untuk kenaikan jenjang dari Ahli Pertama ke Ahli Muda dan 1.065 peserta dari Ahli Muda ke Ahli Madya.

Setelah dilakukan verifikasi administrasi, sebanyak 1.350 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan, dengan rincian: 356 peserta dalam proses kenaikan dari jenjang Ahli Pertama ke Ahli Muda dan 994 peserta dalam proses kenaikan dari jenjang Ahli Muda ke Ahli Madya.

Sebanyak 90 peserta dinyatakan belum memenuhi persyaratan administrasi. Mereka terdiri atas 19 peserta Ahli Pertama yang usul naik jenjang ke Ahli Muda dan 71 peserta Ahli Muda yang usul naik jenjang ke Ahli Madya.

“Sebagian peserta belum memenuhi persyaratan karena angka kredit belum mencukupi, belum mengunggah Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dua tahun terakhir, portofolio tidak sesuai format, atau dokumen yang diunggah tidak dapat dibaca karena mengalami kerusakan,” jelasnya.

Jamaluddin mengimbau peserta yang belum lolos verifikasi agar tidak berkecil hati dan mempersiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan penilaian kompetensi pada kesempatan berikutnya setelah seluruh persyaratan dipenuhi.

Sementara itu, peserta yang telah dinyatakan lolos verifikasi diminta mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk mengikuti tahapan Penilaian Kompetensi Manajerial, Sosio-Kultural, dan Teknis melalui Computer Assisted Test (CAT) serta terus memantau informasi resmi mengenai tahapan pelaksanaan berikutnya melalui laman Ditjen Bimas Islam. (HS-08)

 

 

UHN IGB Sugriwa Gelar Upacara Metatah, Ini Makna dan Kegiatannya

Kemarau Belum Memuncak, Wakil Ketua Komisi IV DPR Minta Mitigasi El Nino Dipercepat