HALO SEMARANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang secara resmi meluncurkan Festival Teater Semarang 2025 dalam sebuah acara sosialisasi yang digelar di Taman Budaya Raden Saleh pada Jumat (18/7/2025). Kolaborasi antara Disbudpar dan Dewan Kesenian Semarang (Dekase) ini menjadi momen yang sangat dinanti-nantikan oleh para pegiat teater di Kota Semarang.
Acara peluncuran dihadiri oleh berbagai perwakilan komunitas teater, mulai dari teater pelajar, teater kampus, hingga teater umum, serta komunitas seni lintas bidang. Festival ini resmi dibuka oleh Lilies Yaniarti, Sub Koordinator Pembinaan Kesenian Disbudpar Kota Semarang. Dalam sambutannya, Lilies menekankan pentingnya menyediakan ruang bagi para pelaku seni, terutama generasi muda, untuk berekspresi dan berkarya.
Kepala Bidang Kesenian Disbudpar Kota Semarang, Deasy Ismalia juga mengungkapkan harapannya agar Festival Teater Semarang dapat berkembang menjadi ajang seni tahunan yang lebih luas. “Tahun ini kita mulai dari lingkup Kota Semarang. Tahun depan, bisa saja kita melibatkan seluruh Jawa Tengah, dan selanjutnya kita upayakan untuk skala nasional,” ujarnya dengan penuh semangat di hadapan peserta.
Acara peluncuran berlangsung meriah, dengan antusiasme peserta yang tinggi terhadap gagasan festival ini. Banyak yang melihat festival sebagai ruang penting untuk regenerasi dan pencapaian seni pertunjukan teater di Kota Semarang.
Festival Teater Semarang 2025 dijadwalkan akan berlangsung pada 25 Oktober 2025 di Gedung Baru Taman Budaya Raden Saleh. Dalam festival ini, berbagai kelompok teater akan berkompetisi dalam pementasan, dengan penilaian untuk menentukan juara satu hingga tiga, serta juara harapan satu hingga tiga. Panitia juga menyediakan total hadiah puluhan juta rupiah bagi para pemenang, menjadikan ajang ini semakin menarik bagi para peserta.
Dengan peluncuran Festival Teater Semarang 2025, Semarang kembali menunjukkan geliat kreatifnya dalam dunia seni pertunjukan. Festival ini diharapkan menjadi etalase karya-karya terbaik teater sekaligus wahana untuk pembentukan karakter, dialog budaya, dan ekspresi kebebasan dalam bingkai kebhinekaan. Sebuah langkah maju bagi seni pertunjukan di Semarang, yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi perkembangan budaya di kota ini.(HS)