HALO JEPARA – Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, mendorong agar Festival Budaya Kulturing (Kultur Keling), dapat menjadi agenda rutin tahunan, yang dilaksanakan secara bergilir, di setiap desa di Kecamatan Keling, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, ketika membuka Festival Budaya Kulturing ke-2 tahun 2026, di halaman Rumah Petinggi Desa Tunahan, Kecamatan Keling, Minggu (19/4/2026).
Festival ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya melestarikan seni budaya tradisional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis lokal.
Dalam sambutannya, Wabup mengapresiasi penyelenggaraan Festival Kulturing yang dinilai mampu menjadi ruang ekspresi seni sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
“Kegiatan ini sangat positif. Kami mendukung penuh, baik dari sisi pelestarian budaya maupun pembangunan infrastruktur desa untuk mewujudkan Jepara yang makmur, unggul, lestari, dan religius atau Mulus,” ujarnya, seperti dirilis jepara.go.id.
Dia juga mengungkapkan komitmen pemerintah daerah, dalam memperkuat pembangunan, termasuk rencana anggaran sekitar Rp200 miliar untuk perbaikan infrastruktur di Kabupaten Jepara, khususnya di wilayah pedesaan.
“Saya mohon doa dan dukungan agar program perbaikan infrastruktur, terutama di desa-desa, dapat terealisasi sesuai harapan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Keling, Lulut Andi Ariyanto, menjelaskan bahwa festival ini diinisiasi bersama 12 petinggi desa, yakni Desa Keling, Bumiharjo, Gelang, Kaligarang, Tunahan, Kunir, Tempur, Damarwulan, Watuaji, Klepu, Jlegong, dan Kelet.
“Masing-masing desa menampilkan potensi seni yang dimiliki. Harapan kami, festival ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun secara bergilir dari desa ke desa,” jelas Lulut.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya hingga ke pelosok desa, sejalan dengan program Jepara Mulus.
Festival Budaya Kulturing 2026 melibatkan sanggar tari dan paguyuban seni dari 12 desa.
Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga diramaikan dengan pameran literasi, pameran seni dan budaya, serta bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga, sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat.
Di sisi lain, festival ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui sektor pariwisata dan UMKM, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (HS-08)


