HALO SEMARANG – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang menyelenggarakan Festival Komunikasi Edukasi (KOMED) dengan tema “Embrace the Difference” di Auditorium Ir Widjatmoko Universitas Semarang, Kamis (12/1/2023).
Festival KOMED yang diselenggarakan pada tahun ke-3 ini ditujukan kepada siswa SMA/SMK, mahasiswa, dan masyarakat umum. Dengan mengundang beberapa komunitas berlatar belakang yang berbeda, acara ini diselenggarakan sebagai ajang untuk mengajak masyarakat khususnya generasi muda agar dapat merangkul perbedaan yang terjadi di lingkungan sosial.
“Festival Komunikasi dan Edukasi adalah salah satu program kegiatan yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi, FTIK Semarang sebagai kolaborasi antara mata kuliah Komunikasi Pemasaran dengan Internal Media & Relations,” kata Rosalinda Firdaus, sebagai ketua panitia kegiatan.
Dikatakan, “Embrace the Difference” dipilih menjadi tema penyelenggaraan festival KOMED dengan tujuan mengajak siswa SMA/SMK, mahasiswa dan masyarakat untuk merangkul perbedaan serta mengedukasi tentang bagaimana menghadapi dan menerima perbedaan agar tetap harmonis.
Rektor Universitas Semarang, Supari mengatakan, bahwa universitas selalu mendukung penuh kegiatan mahasiswa dengan menyediakan fasilitas, salah satunya Gedung auditorium yang bisa digunakan untuk berbagai acara yang diadakan mahasiswa.
Secara khusus Rektor Universitas Semarang juga menekankan bahwa universitas mengakomodir kreativitas mahasiswa dengan tujuan untuk menghasilkan lulusan yang lebih unggul. “Hal tersebut berlaku bagi mahasiswa dari berbagai jurusan dan fakultas di Universitas Semarang,” katanya.
Dalam konferensi media hadir juga Dekan FTIK Universitas Prind Triajeng, Ade Sulistio seorang konten creator yang juga merupakan alumni Ilmu Komunikasi FTIK Universitas Semarang. Ade Sulistio menceritakan pengalamannya sebagai konten creator dalam acara konferensi media tersebut.
Sementara, Edi Nurwahyu Julianto, selaku Ketua Jurusan / Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi mengatakan, Festival Komunikasi dan Edukasi menjadi salah satu penerapan dari kebijakan Merdeka Belajar yang memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kreativitas generasi muda secara luas, dan khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi itu sendiri.
Selain itu, Edi Nurwahyu mengharapkan melalui festival KOMED mampu menciptakan peluang kerja sama dengan berbagai pihak. “Seperti instansi pemerintah, swasta, media dan berbagai komunitas yang menjadi stakeholders Ilmu Komunikasi FTIK Universitas Semarang,” katanya.
Setelah vakum pada masa pandemi, Festival KOMED kembali pada tahun ketiganya dengan diwarnai oleh berbagai rangkaian acara. Festival KOMED dimulai dengan seminar mengenai konten digital yang melibatkan pembicara dari alumni Ilmu Komunikasi Universitas Semarang, seperti Ade Sulistio (Content Creator Digital) dan Gulang Candra (Founder Canay Management), workshop dan coaching clinic bidang jurnalitik dan komunikasi strategis, serta performance dari komunitas, yakni Gembel Crew, Read Aloud Semarang, SEMBARA, GaGeGo Musik Kampoeng, Hocer, S-Teen PSHT, dan Stand Up Comedy Semarang. Pada penghujung acara akan dimeriahkan oleh penampilan dari grup musik RA.BERSINAR.
Festival KOMED secara keseluruhan memberikan perhatian pada dunia komunikasi dan segala perkembangannya yang dibarengi dengan edukasi mengenai isu tertentu agar generasi muda mampu untuk memilah berbagai kegiatan positif. Oleh karenanya festival ini juga memberikan ruang bagi alumni Ilmu Komunikasi untuk terlibat dalam sesi seminar dan coaching clinic, untuk memberikan gambaran secara lugas tentang komunikasi dan berbagai bidang ilmu yang dapat digeluti. Ilmu Komunikasi, FTIK Universitas Semarang telah terakreditasi B melalui SK Dirjen Dikti No. 437/SK/BAN-PT/Akred/S/XI/2014.(HS)