HALO SEMARANG – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menyatakan pendidikan memiliki posisi sentral dalam menentukan keberhasilan Indonesia, mencapai bangsa yang kuat, adil dan makmur, sejahtera dan bahagia, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Hal ini disampaikan saat menghadiri peluncuran Program Doktor Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Darul Ulum Lamongan.
Menurut dia, pendidikan tentu plays the most important role. Increasing the quality of human resources dan pendidikan merupakan game changer yang paling powerful untuk bisa sampai ke arah bangsa itu,” ujar Kamaruddin Amin, Sabtu (18/4/2026).
“Untuk bisa menjadi negara maju, keluar dari jebakan middle income trap, pendapatan perkapita kita harus mencapai 13.000 USD per tahun. Kita baru 5.000 USD, Malaysia sudah 10.000 USD, negara maju 13.000 USD,” tambahnya.
Dikatakan Kamaruddin Amin, kualitas perguruan tinggi memiliki korelasi langsung dengan kemajuan suatu negara, termasuk dalam mencetak ilmuwan dan inovator.
“Kemajuan sebuah negara itu berkorelasi dengan kemajuan perguruan tinggi. Tidak ada negara besar tanpa di-pick-up oleh perguruan tinggi yang besar. Kita lihat Amerika, Inggris, Jepang, semuanya punya perguruan tinggi yang kuat,” kata Kamaruddin Amin, seperti dirilis kemenag.go.id.
Dalam konteks itu, keberadaan program doktor dinilai bukan sekadar jenjang akademik tertinggi, melainkan ruang pembentukan otoritas keilmuan yang berdampak bagi masyarakat.
“Jadi seorang doktor itu idealnya adalah menjadi seorang ilmuwan yang representatif, yang otoritatif. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana ilmu kita itu berdampak. Ilmu yang luas, ilmu yang dalam tetapi tidak memberikan dampak apa-apa tentu juga tidak maksimal,” ujar Kamaruddin Amin.
Ia menambahkan, pendidikan pada jenjang doktor harus mampu melahirkan transformasi, baik pada individu maupun masyarakat luas.
“Bagaimana ilmu yang kita dalami itu bisa mentransformasi kita dan bisa mentransformasi orang lain. Bisa mentransformasi secara lebih luas, impactful ilmu kita itu. Jadi ilmunya itu berdampak, baik kepada diri kita, kepada orang lain, apalagi kepada semesta,” imbuhnya.
Rektor Universitas Darul Ulum Lamongan Muhammad Hafidh Nashrullah menyampaikan bahwa pembukaan program doktor ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Harapan kita mudah-mudahan Unisda ini bisa membersamai masyarakat, mencerdaskan bangsa, serta tetap menyebarkan syiar keislaman. Pelayanan untuk mahasiswa ini sudah pada taraf paling baik, dari S-1, S-2, hingga saat ini S-3,” ujarnya.
Muhammad Hafidh Nashrullah juga menyebut tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan di Unisda menjadi modal penting dalam pengembangan program doktor ke depan.
“Animo masyarakat ini luar biasa besar. Fakultas agama Islam di Unisda merupakan fakultas paling besar. Ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama tidak kalah dengan yang lain,” kata dia. (HS-08)


