in

Perkuat Institusi Pendidikan di Daerah, Wamenag Dukung Perluasan Akses Beasiswa untuk PTS

Wamenag RI, Muhammad Syafi’i menerima audiensi Dekan FAI Universitas Medan Area. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Wakil Menteri Agama (Wamenag), Muhammad Syafi’i, menegaskan komitmen Kementerian Agama, dalam mempercepat pengembangan institusi pendidikan tinggi keagamaan di berbagai daerah.

Komitmen ini merupakan manifestasi dari transformasi pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut ditegaskan Wamenag, saat menerima audiensi jajaran pimpinan Universitas Medan Area (UMA) di Kantor Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta, baru-baru ini.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk menjajaki sinergi penguatan mutu pendidikan nasional, khususnya pada Fakultas Agama Islam (FAI) UMA.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah perluasan akses beasiswa bagi mahasiswa, sebagai pilar utama peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing global.

“Kementerian Agama hadir untuk memastikan bahwa semangat anak bangsa dalam menempuh pendidikan tinggi tidak terhambat oleh akses. Dukungan bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS), termasuk melalui skema beasiswa, adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Wamenag, seperti dirilis kemenag.go.id.

Menurutnya, penguatan FAI di kampus umum, merupakan bagian dari strategi Kemenag dalam mendiseminasi nilai-nilai keagamaan yang moderat di lingkungan akademis.

Dekan Fakultas Agama Islam UMA, Siti Hawa Lubis, mengapresiasi langkah responsif Kementerian Agama. Ia menilai kebijakan Kemenag saat ini sangat berorientasi pada pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa secara simultan.

“Kami hadir untuk menyelaraskan visi. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat implementasi program-program strategis Kemenag di lapangan, sehingga kampus kami bisa menjadi laboratorium moderasi dan keunggulan akademik,” ungkap Siti Hawa.

Menurut Wamenag, pihaknya akan melakukan kajian mendalam agar implementasi program dapat berjalan tepat sasaran dan akuntabel. Ia menekankan pentingnya akselerasi program di tengah dinamika pembangunan nasional.

“Setiap rencana kerja sama akan kita kaji secara teknis dan substantif. Begitu formulasinya matang, kita akan langsung akselerasi agar manfaatnya segera dirasakan oleh civitas akademika di daerah,” tambahnya.

Wamenag juga memastikan kebijakan efisiensi dan transformasi budaya kerja yang tengah berjalan di internal Kemenag tidak akan mengurangi kualitas pelayanan. Sebaliknya, birokrasi di Kemenag dituntut untuk lebih ramping dan lincah (agile).

“Pelayanan publik dan urusan administratif adalah prioritas. Kami memastikan layanan birokrasi tetap prima dan responsif terhadap kebutuhan kerja sama pendidikan, sesuai dengan semangat transformasi digital yang sedang kita bangun,” kata dia. (HS-08)

 

Taj Yasin Lepas Kloter Pertama Haji 2026 dari Embarkasi Solo, Jateng Berangkatkan 34.122 Orang

Teladani Kartini, Menteri Agama Nasaruddin Umar Ajak ASN Berani Berpikir Berbeda