in

Dosen UPGRIS Dorong UMKM Susukan Naik Kelas Lewat Legalitas dan Digital Branding

Foto bersama tim dosen UPGRIS dan peserta pelatihan bertajuk Digital Empower UMKM, di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

 

HALO SEMARANG – Tim dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kegiatan pelatihan bertajuk Digital Empower UMKM ini, dilaksanakan di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, baru-baru ini.

Program ini diikuti 30 orang, dengan fokus utama memperkuat legalitas usaha, manajemen keuangan, serta optimalisasi pemasaran digital.

Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, UMKM dapat lebih profesional dan kompetitif di era ekonomi digital.

Ketua tim pengabdian, Ratih Hesty Utami Puspitasari menjelaskan bahwa sebagian besar UMKM di wilayah tersebut masih menghadapi kendala dalam aspek legalitas dan pengelolaan usaha.

“Banyak pelaku usaha belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, maupun sertifikasi halal. Selain itu, pencatatan keuangan masih sederhana dan pemasaran belum memanfaatkan platform digital secara optimal,” ujarnya.

Pelatihan Terpadu

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi dan keberlanjutan program.

Materi yang diberikan mencakup manajemen usaha, perencanaan keuangan, digital marketing, hingga pengurusan legalitas usaha.

Pada sesi pelatihan manajemen usaha, peserta dibekali kemampuan dasar menyusun laporan keuangan sederhana, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta merencanakan pengembangan bisnis.

“Dengan pengelolaan keuangan yang baik, pelaku UMKM dapat mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat dan terarah,” kata Ratih.

Sementara itu, pelatihan digital marketing yang dipandu oleh Chadyan Fathurachman dan Bayu Kurniawan menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial dan platform digital seperti marketplace serta Google My Business.

Peserta juga diajarkan teknik pembuatan konten, foto produk, hingga strategi branding agar produk lebih menarik di pasar.

Legalitas

Salah satu materi penting dalam kegiatan ini adalah pelatihan legalitas usaha yang disampaikan oleh Rauly Sijabat.

Ia menegaskan bahwa legalitas merupakan fondasi utama bagi UMKM untuk berkembang. “Dengan memiliki NIB, PIRT, dan sertifikasi halal, pelaku UMKM akan lebih mudah mengakses pembiayaan perbankan, program pemerintah, serta menjalin kerja sama dengan mitra bisnis,” jelasnya.

Peserta juga mendapatkan pendampingan langsung dalam memahami prosedur pengurusan izin usaha melalui sistem OSS (Online Single Submission), sehingga diharapkan dapat segera mengurus legalitas secara mandiri.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta. Antusiasme terlihat dari aktifnya diskusi serta banyaknya pertanyaan terkait pengelolaan usaha, pemasaran digital, hingga proses perizinan.

Berdasarkan hasil evaluasi, program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga mengubah pola pikir pelaku UMKM menjadi lebih terbuka terhadap inovasi dan profesionalisme.

Peserta mulai menyadari pentingnya pencatatan keuangan, legalitas usaha, serta strategi pemasaran modern.

Selain itu, beberapa pelaku UMKM mulai melakukan inovasi produk, baik dari segi kemasan, varian, maupun branding, guna meningkatkan daya tarik di pasar.

Melalui program ini, tim pengabdian berharap UMKM di Kelurahan Susukan dapat berkembang secara berkelanjutan dan mampu bersaing di tingkat lokal maupun nasional.

“Ke depan, kami ingin membentuk komunitas UMKM digital agar para pelaku usaha bisa saling berbagi pengalaman dan terus berkembang,” ujar Ratih.

Program ini juga ditargetkan menghasilkan luaran berupa publikasi ilmiah, artikel media online, serta dokumentasi video kegiatan sebagai bentuk kontribusi akademik sekaligus penguatan dampak sosial.

Dengan adanya sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, UMKM diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah di era digital. (HS-08)

Wamenkes RI Benjamin Paulus Pastikan Pengawasan Ketat Jaga Kualitas MBG

Dampingi Selvi Gibran Hadiri Puncak Peringatan Hari Kartini di Rembang, Nawal Yasin Tekankan Nilai-Nilai Perjuangan Kartini