HALO KENDAL – Tempat penyimpanan bawang merah atau cold storage yang dibangun Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pertanian RI tahun 2024 mulai bisa dimanfaatkan para petani di Kabupaten Kendal.
Cold storage ini berada di Desa Krompakan, Kecamatan Gemuh, beberapa waktu lalu dikunjungi Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari.
Ketua Paguyuban Petani Bawang Merah Kendal, Syamsudin menyampaikan, dengan disimpan di cold storage bawang merah hasil panen para petani akan lebih efektif dan menguntungkan dari pada dijual langsung saat harga bawang merah sedang anjlok.
“Kalau disimpan dua atau sampai empat bulan dengan biaya di cold storage itu selisihnya sangat tinggi. Sehingga sangat membantu saat harga bagus untuk kita jual,” ujarnya.
Syamsudin berharap, ke depan bantuan cold storage dari Kementerian Pertanian bisa ditambah lagi, sehingga dapat menampung lebih banyak hasil panen petani bawang merah di Kendal.
“Ini fasilitasnya baru menampung 18 ton, nanti kita minta agar champion bisa upayakan lagi untuk ditambah. Karena ini satu-satunya cold storage di Kendal,” harapnya.
Sebelumnya, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari berharap petani bawang merah di Kendal dapat memanfaatkan cold storage ini untuk menyimpan bawang merah saat harga sedang turun.
Pasalnya, cold storage ini dapat menyimpan hasil panen bawang merah untuk menjaga stok dan stabilitas harga di pasaran.
“Dengan metode penyimpanan di cold storage, bawang merah dapat bertahan sekitar 6 bulan,” ujar Bupati.
Lebih lanjut disampaikan, dengan keberadaan cold storage, memungkinkan petani menyimpan bawang merah saat harga rendah dan menjualnya saat harga naik.
“Jadi Cold storage ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan petani bawang merah di Kabupaten Kendal,” ungkap Bupati.(HS)