in

Dorong Pemanfaatan Produk Turunan Kelapa Sawit untuk Kreatif Batik, Kemenperin Gelar Workshop di Batik Semarang 16

Kegiatan workshop pemanfaatan produk turunan kelapa untuk kreatif batik di Sanggar Batik Semarang 16, Selasa (29/8/2023).

HALO SEMARANG – Peran komoditi kelapa sawit sebagai salah satu produk unggulan Indonesia tidak terbatas untuk pemenuhan industri pangan dan energi saja, namun juga menembus sektor kreatif seperti industri batik.

Produk turunan kelapa sawit seperti stearin dan bahkan limbah berupa cangkang kelapa sawit bisa dimanfaatkan untuk industri batik dari sisi pembuatan bahan perintang (malam batik) dan zat pewarna batik.

Hal ini yang mendorong diselenggarakannya kegiatan Promosi Diversifikasi Produk Kelapa Sawit di wilayah Jawa Tengah melalui Workshop Batik Berbasis Kompetensi skema pewarnaan batik dan skema pembuatan batik tulis selama 5 hari dari tanggal 28 Agustus-1 September 2023 di Sanggar Batik Semarang 16, Jawa Tengah.

Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik, Tirta Wisnu Permana saat membuka kegiatan menyebutkan bahwa kegiatan workshop terselenggara atas kolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, dan Batik Semarang 16. Program ini diikuti 50 peserta dari 16 kab/kota agar bisa lebih trampil dalam pembuatan malam batik dan juga produk turunan kelapa sawit.

“Kami berharap para peserta lebih mumpuni dalam membuat malam batik dari produk turunan sawit dan zat warna batik dengan memanfaatkan cangkang kelapa sawit yang selama ini menjadi limbah. Kami juga berharap dari 50 peserta ini lahir pengusaha pejuang-pejuang industri kreatif, dan batik kedepan dicintai anak muda,” ujar Wisnu, Selasa (29/8/2023).

Lebih lanjut ia menyebut bahwa workshop ini bertujuan untuk mengembangkan sektor kelapa sawit menjadi produk kreatif yang bisa dikembangkan dalam produk industri.

“Kelapa sawit bisa dikembangkan lebih kreatif seperti malam batik. Harapannya November 2023 bisa lebih berkembang untuk produk kerajinan berbasis kelapa sawit,” kata Wisnu.

Selain Tirta Wisnu Permana, turut hadir menyampaikan sambutan dan materi, Ratna Kawuri dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jateng didampingi Esti Wulandari, Kabid Industri Non Agro Disperindag Provinsi Jateng, Kadiv UKMK BPDPKS, Helmi Muhansah didampingi Ira Usdiana, Analis Senior BPDPKS.

Di samping untuk mendorong industri batik dalam memanfaatkan potensi dan limbah dari perkebunan kelapa sawit, kegiatan ini juga sebagai langkah strategis kampanye positif wujud keberpihakan Pemerintah Indonesia pada industri kelapa sawit nusantara yang sempat mendapatkan serangan negatif dari negara-negara Eropa beberapa waktu lalu, agar citra industri ini kembali positif di mata internasional.

Kegiatan workshop batik di Provinsi Jawa Tengah sebagai bagian dari Program Promosi Diversifikasi Produk Kelapa Sawit atas kerjasama antara BBSPJIKB Kementerian Perindustrian dan BPDPKS direncanakan akan dilanjutkan di wilayah Ambon, Maluku pada awal Oktober 2023 dengan menyasar tidak hanya industri batik tapi juga industri kerajinan dari bahan alam kelapa sawit.

Sementara itu, Kadiv UKMK BPDPKS, Helmi Muhansah memaparkan akan berupaya mensosialisasikan keunggulan sawit dari berbagai olahan.

“Meski di Semarang tidak ada sawit tapi kami bisa memanfaatkan berbagai produk berbasis sawit. Kami wajib mempromosikan kebaikan-kebaikan sawit. Sawit bisa digunakan sebagai industri kreatif seperti membatik dari sisi malam batiknya. Sisi pewarnanya dari cangkang sawitnya. Saat ini sudah berkembang dari riset ada bio material bisa menjadi kain,” imbuhnya. (HS-06)

Kasus KDRT Hingga Meninggal di Sendangguwo, Begini Penjelasan Psikolog Unika

Lebih dari 2.100 Siswi Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar dari 175 Tim Ikuti MilkLife Soccer Challenge