in

Dorong Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan Indonesia, Kemenkes Gelar 2nd Technofarmalkes

Sumber : farmalkes.kemkes.go.id

 

HALO SEMARANG – Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan menggelar kegiatan 2nd Technofarmalkes, bertema ‘Progressing Step to Achieve National Resilience in Pharma and Medical Device’, selama dua hari berakhir Rabu (24/8/2022) di Bali.

Kegiatan ini untuk mendorong inovasi di bidang kefarmasian dan alat kesehatan dalam negeri, baik inovasi produk, teknologi atau sistem informasi kesehatan, maupun kebijakan. Hal ini sejalan dengan semangat transformasi sistem Kesehatan.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono mengatakan rangkaian acara Technofarmalkes ini, adalah salah satu bentuk upaya implementasi transformasi kesehatan, khususnya transformasi sistem ketahanan kesehatan dan transformasi teknologi kesehatan.

“Acara ini bertujuan untuk meningkatkan inovasi di bidang kefarmasian dan alat kesehatan dalam negeri melalui berbagai upaya seperti inovasi produk, penggunaan teknologi kesehatan, atau penyusunan kebijakan,” kata Dante, seperti dirilis sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Untuk diketahui, Technofarmalkes pertama digelar 2019 silam, dan ketika itu membahas inovasi teknologi kesehatan Indonesia.

Adapun tahun ini, Technofarmalkes mengangkat tema “Progressing Step to Achieve National Resilience in Pharma and Medical Devices”, dan akan fokus pada hilirisasi sediaan farmasi dan Alkes, ekosistem penelitian, serta sosialisasi kebijakan.

“Saya berharap acara 2nd Technofarmalkes dapat menghasilkan berbagai kerja sama dalam penelitian dan pengembangan sediaan farmasi dan alkes,” kata Dante.

Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatam, Lucia Rizka Andalusia, mengatakan pandemi Covid-19 telah menunjukkan sebuah tantangan besar terhadap sistem kesehatan Indonesia.

Pada saat Covid-19 mencapai puncak, terjadi adanya penurunan kinerja pada beberapa program kesehatan.

Kelangkaan obat, alat kesehatan, dan vaksin pada masa awal pandemi, juga menjadi kendala upaya penanganan pandemi di tengah masyarakat Indonesia.

“Dengan demikian, kemandirian sediaan farmasi dan alat kesehatan sangat dibutuhkan untuk membangun ketahanan dalam menghadapi masa sulit seperti pandemi Covid-19,” kata Lucia Rizka Andalusia

Oleh karenanya, diperlukan suatu upaya sistematis untuk mewujudkan kemandirian sediaan farmasi dan alat kesehatan agar pada masa yang akan datang Indonesia lebih siap dalam menghadapi tantangan sistem kesehatan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan sinergitas pengembangan dan hilirisasi sediaan farmasi (bahan baku obat, bioteknologi, vaksin dan natural) dan alat kesehatan.

Selain itu, dapat terbangun ekosistem riset/pengembangan yang dapat mengakselerasi capaian kemandirian di bidang sediaan farmasi dan alat kesehatan.

Adapun peserta pameran pada tahun ini, untuk zona alat kesehatan IVD, adalah PT Prodia Diagnostic Line, PT Kalgen DNA, PT Standard Biosensor  Healthcare, PT Abhimata Manunggal, PT Narwastu Indah Sejahtera, dan PT Indec Diagnostic.

Selain itu juga PT Biofarma, PT Segara Husada Mandiri,  PT Genbody Indonesia, PT Interskala Medika Indonesia, dan PT Konimex.

Untuk Zona Vaksin dan Produk Biologi, ikut menjadi peserta, PT Biofarma, PT Etana Biotechnologies Indonesia, PT Kalbio Gobal Medika, dan PT Daewong Infion.

Untuk zona P4TO dan Fitofarmaka, ikut menjadi peserta,  P4TO Bondowoso, B2P2TOOT Tawangmangu, UPT Lab Herbal Materia Medica Batu, PT Phapros, PT Dexa Grup, P4TO Bali, dan P4TO Pekalongan

Adapun untuk Zona Bahan Baku Obat dan Alkes, ikut sebagai peserta, PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia, PT Gerlink Utama Mandiri, PT Astra Komponen Indonesia (Aski), PT Riasima Abadi Farma, PT Brightgene Indonesia, PT Ferron Par Pharmaceuticals, dan PT Karya Daya Syafarmasi

Untuk Zona Change Source, PT Kalbe Farma, PT Pyridam Farma, PT Phapros, PT Hexpharm Jaya, PT Darya Varia Laboratoria, dan PT Pertiwi Agung. (HS-08)

Pj Bupati Jepara Bantu Bayar Tunggakan Biaya Sekolah dan Beri Modal Usaha pada Warganya yang Kena Musibah

Kemenkes Inisiasi Digitalisasi Sektor Kesehatan untuk Permudah Akses Masyarakat