HALO KENDAL – Apa yang dikhawatirkan warga Desa Pidodokulon Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal akhirnya terjadi. Tanggul sungai yang dibuat seadanya dengan karung pasir tak kuat membendung luapan Sungai Bodri, Sabtu dinihari (16/5/2026).
Meski tak sampai menggenangi permukiman, namun luapan membuat puluhan hektare lahan tambak ikan bandeng dan udang milik warga dilaporkan rusak.
“Ada laporan dari tujuh pemilik tambak yang rusak. Bedah sungai Bodri kali ini tidak begitu besar, tidak seperti tahun-tahun kemarin. Kalau yang lalu kan debit di Bendungan Juwero kan sampai dua meter lebih itu merusak tambak ratusan hektare,” ujar Didik Prasetiawan, Kepala Desa Pidodokulon kepada awak media.
Ia menyebut, untuk kerugian kerusakan tambak yang dilaporkan warga kali ini diperkirakan mencapai Rp 25 juta – Rp 30 juta.
“Kalau debit air di Bendungan Juwero itu mencapak dua meter lebih, kerusakan sawah dan tambak bisa ratusan hektare, dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Belum lagi, ratusan rumah warga juga akan terkena dampak,” jelas Didik
Pihaknya dan warga berharap pemerintah daerah atau pihak terkait dapat segera memperbaiki tanggul Sungai Bodri di Desa Pidodokulon secara permanen, agar luapan sungai tidak masuk ke permukiman dan tidak merusak tambak warga.
Didik menegaskan, jika tanggul tersebut jebol, ada kurang lebih 350 jiwa yang akan kena dampaknya.
Untuk itu pihaknya bersama warga terus berusaha melaksanakan gotong-royong menanggul sungai, untuk pencegahan awal, sambil menunggu tidak lanjut dari pemerintah daerah atau dinas terkait.
“Kami sudah beberapa mengirim surat kepada Dinas PUPR, PSDA Jawa Tengah dan instansi terkait lainnya, namun dari laporan tersebut, hanya ditindaklanjuti dengan mengirim karung untuk membuat tanggul darurat,” tandas Didik. (HS-06)


