in

Festival Syariah 9 x Wapalhi, Unisnu Jepara Tanam 350 Bibit di Pesisir Ujungwatu

Aksi penanaman mangrove di Tambak Kalingga, Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, dalam rangka Festival Syariah 9 x Wapalhi Unisnu Jepara, Kamis (14/5/2026). (Foto : jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, berkolaborasi dengan Wahana Pencinta Alam dan Lingkungan Hidup (Wapalhi), menggelar Festival Syariah 9 x Wapalhi melalui aksi penanaman mangrove di Tambak Kalingga, Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan bertema “Sinergi Aksi Bersama: Merawat Warisan Pesisir untuk Masa Depan Berkelanjutan” ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian lingkungan pesisir sekaligus upaya edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove.

Kegiatan dihadiri tamu undangan dan perwakilan dari Polres Jepara, Kodim 0719/Jepara, Bhayangkari, Pemerintah Desa Ujungwatu, siswa dari sejumlah sekolah Ujungwatu, civitas academica Fakultas Syari’ah dan Hukum Unisnu Jepara, anggota Wapalhi, serta berbagai pihak yang mendukung gerakan pelestarian lingkungan di pesisir Jepara.

Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum Unisnu Jepara, Munasir menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Penanaman mangrove ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wujud kepedulian generasi muda untuk menjaga kawasan pesisir agar tetap lestari dan bermanfaat bagi masa depan,” ujarnya, seperti dirilis jepara.go.id.

Sementara itu, Petinggi (Lurah / Kades) Desa Ujungwatu, Sunantono, mengapresiasi kolaborasi yang dijalin oleh Unisnu dan masyarakat desa.

“Kami berterima kasih kepada Unisnu yang telah bermitra dengan Desa Ujungwatu. Semoga kegiatan ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga wilayah pesisir dari dampak abrasi dan terpaan angin laut,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menanam sebanyak 300 bibit mangrove dan 50 bibit cemara laut. Keberadaan tanaman ini dinilai penting sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, penyangga ekosistem pesisir, serta habitat bagi berbagai biota laut.

Melalui kegiatan ini, BEM Fakultas Syari’ah dan Hukum Unisnu Jepara berharap semangat pelestarian lingkungan terus tumbuh dan menjadi gerakan bersama untuk menjaga warisan pesisir Jepara bagi generasi mendatang. (HS-08)

 

Hari Jadi Sragen, Ratusan Kicau Mania Ramaikan Lomba Burung Berkicau

Demi Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat, Kakorlantas Polri Dorong Pelayanan Humanis