in

Diskusi Bareng Ojol, Kasat Lantas Polres Brebes Sosialisasikan ETLE

Kasat Lantas AKP Edi Sukamto sarapan bersama pengemudi ojek online, di halaman Satlantas Polres Brebes, Sabtu (05/11/2022). (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO BREBES – Polres Brebes mengajak masyarakat untuk bersedia melaporkan, setiap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungannya.

Ajakan itu disampaikan Kasat Lantas AKP Edi Sukamto, dalam acara sarapan bersama pengemudi ojek online (Ojol), di halaman Satlantas Polres Brebes, Sabtu (05/11/2022).

Menurut AKP Edi Sukamto, acara sarapan bersama yang digelar Satlantas Polres Brebes ini, adalah untuk menyosialisasikan berbagai program Polri, termasuk di antaranya electronic traffic law enforcement (ETLE).

Mengutip laman ETLE Korlantas Polri, ETLE merupakan program dari Korlantas Polri, yang mengimplementasikan teknologi, untuk mencatat berbagai pelanggaran lalu lintas secara elektronik.

Selain ETLE, menurut Kasat Lantas AKP Edi Sukamto, acara sarapan bersama tersebut juga memberikan edukasi tentang kamseltibcarlantas secara umum, kepada pengguna jalan, termasuk ojek online.

“Selain itu juga, kita juga berpesan kepada masyarakat, agar tertib berlalu lintas, jaga keamanan di lingkungan masing-masing, jangan takut untuk melapor dengan polisi jika terjadi gangguan kamtibnas,” kata AKP Edi, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Setelah makan sarapan pagi, Kasat Lantas juga memberikan helm SNI kepada para pengemudi ojek online, sembari menyampaikan harapan agar mereka ikut menyosialisasikan keselamatan dalam berlalu lintas.

“Pesan juga untuk masyarakat, untuk lebih mengutamakan keselamatan di jalan raya dengan mematuhi peraturan yang berlaku, dan menjaga situasi kamtibmas di wilayah Brebes,” kata dia.

Larangan Berkendara

Selain mengajak sarapan para pengemudi ojek online, dalam kesempatan lain, Satlantas Polres Brebes juga menyebarkan pesan agar para orang tua, melarang anak-anak mereka yang masih di bawah umur, mengendarai sepeda motor.

Menurut dia, selain belum memiliki surat izin mengemudi (SIM), tak jarang anak-anak itu melanggar etika dan tata cara berlalu lintas di jalan raya.

Kasus anak usia di bawah umur berkendara hingga menimbulkan kecelakaan lalu lintas, tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga banyak di daerah termasuk Kabupaten Brebes.

Maka dari itu, Satlantas perlu melakukan pembinaan dan sosialisasi etika berkendaraan di jalan raya, agar bisa mengubah pola pikir para siswa, agar lebih mengutamakan keselamatan, daripada kesenangan dan kebutuhan akan alat transportasi.

“Sosialisasi yang sudah kita berikan selama ini di pesantren dan sekolah mengenai etika dan tata cara berlalu lintas di jalan raya mulai dari bagaimana cara berkendara yang aman, menghargai pejalan kaki dengan tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas dan kebut-kebutan,” jelasnya.

Menurut Kanit Kamsel sasaran kegiatan sosialisasi adalah para siswa atau santri ini dilakukan untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas dari kalangan pelajar dan dengan harapan agar mereka bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu-lintas di jalan raya.

Personel Satlantas Polres Brebes di lapangan juga menghimbau apabila dalam perjalanan berkendara di jalan raya untuk memakai helm standar dan dilengkapi dengan membawa administrasi atau surat-surat kendaraan bermotor.

“Kadang ada siswa yang membawa sepeda motor lalu dititipkan kepada warga tetangga sekolah atau di parkir umum, itu tidak boleh. Sebaiknya menggunakan transportasi umum supaya terhindar dari laka lantas dan kena sanksi dari petugas,” imbuhnya.

Henry angka kecelakaan setiap tahun makin meningkat. Oleh karena itu pihaknya melakukan pencegahan berupa sosialisasi ke tiap-tiap sekolah di wilayah Brebes guna mencegah anak mengendarai motor ugal-ugalan.

Kepada siswa yang diantar jemput oleh orang tuanya menggunakan sepeda motor agar memakai helm SNI dan kalau sudah cukup umur harus punya SIM serta tidak boleh berboncengan melebihi dari dua orang dan dilarang kebut- kebutan.

“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini para pelajar atau anak dibawah umur tidak ada lagi ditemukan membawa motor di jalanan umum. Kepada siswa dan siswi yang belum punya SIM jangan dulu bawa sepeda motor atau kendaraan,” pesan Ipda Henry. (HS-08)

Lawan Terorisme, Kepala BNPT Serukan Pertahanan Rakyat Semesta

ABK Kargo Belum Ditemukan, Warga Poncorejo Berharap Bantuan Pemerintah