HALO KENDAL — Panitia pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kabupaten Kendal menegaskan komitmen transparansi dalam pengelolaan dana hibah dari pemerintah sebesar Rp 8 miliar.
Hal itu mencuat setelah ada pertanyaan dari masyarakat, terkait progres pembangunan RSNU yang terletak di Jalan Tentara Pelajar atau dikenal dengan Jalan Tembus Kendal.
Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal, KH Mustamsikin, menjelaskan seluruh dana hibah yang diterima, dipertanggungjawabkan secara terbuka.
“Total pengeluaran untuk pembangunan RSNU Kendal sampai saat ini sudah mencapai Rp 13 miliar. Itu jauh melampaui dana hibah Rp 8 miliar yang diterima,” jelasnya, Selasa (30/9/2025).
Mustamsikin juga memastikan setiap rupiah dana hibah yang diterima telah diawasi langsung oleh Kejaksaan dan diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Ini adalah jawaban bagi siapa pun yang meragukan progres pembangunan RSNU Kendal,” tandasnya.
Mustamsikin mengaku, pengurus PCNU bahkan mengaku sering harus “tombok” atau menanggung dengan biaya pribadi demi memastikan pembangunan RSNU tidak terhenti.
Sementara Bendahara PCNU Kendal, Mohammad Nurwahib menambahkan, aliran dana infak dari masyarakat untuk pembangunan RSNU melalui LazisNU kembali disalurkan untuk pembangunan.
“Mulai 2025, setoran rutin kaleng LazisNU kembali masuk dengan kisaran Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per bulan,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Pembangunan RSNU Kendal, Sugiono juga memastikan pembangunan terus berjalan meski sering disangka berhenti.
“Sampai saat ini, progres fisik sudah mencapai 70 sampai 80 persen. Dan akhir tahun 2025 ini atap serta beberapa finishing ditargetkan selesai,” jelasnya.
Sugiono menegaskan, pembangunan RSNU Kendal ditargetkan rampung 2026 dan mulai operasional penuh pada 2027 mendatang. “Insya-Allah 2026 rampung,” tandasnya. (HS-06)