in

Dewan Soroti Rencana Alihfungsi Pasar Rejomulyo untuk Pedagang Grosir Johar

Kondisi Pasar Ikan Rejomulyo yang masih sepi karena belum semua pedagang menempati lapak di pasar tersebut.

HALO SEMARANG – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang akan menempatkan pedagang grosir Johar di bangunan Pasar Ikan Basah Rejomulyo yang kosong belum ditempati pedagang, mendapat sorotan dari dewan perwakilan rakyat.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Johan Rifai menjelaskan, rencana tersebut tidak dapat dilakukan pada tahun ini. Pasalnya, alih fungsi Pasar Ikan Basah Rejomulyo untuk pedagang grosir Pasar Johar butuh revitalisasi bangunan pasar ikan. Sementara anggaran untuk revitalisasi Pasar Ikan Basah Rejomulyo pada tahun ini belum dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Kota Semarang.

“Memang ada rencana Dinas Perdagangan untuk memindahkan pedagang grosir Johar ke Pasar Ikan Basah Rejomulyo. Karena sampai sekarang pasar ini belum ditempati pedagang pasar ikan basah lama atau pasar kobong,” terangnya, Rabu (27/7/2022).

Ditambahkan Johan Rifai, meski rencana akan dialihfungsikan untuk pedagang Johar, tentunya tidak semua pedagang korban kebakaran Pasar Johar bisa dipindahkan ke Pasar Ikan Rejomulyo. Namun hanya pedagang grosir seperti kain dan buah serta sayuran.

“Kalau pedagang Johar bukan grosir akan ditempatkan di Shopping Johar Centre (SJC). Jadi tidak semua pedagang Johar ditempatkan di sini (Pasar Ikan Rejomulyo) karena lapaknya hanya untuk pedagang dasaran terbuka,” imbuhnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mengatakan, pihaknya merencanakan menempatkan pedagang Pasar Johar kriteria grosir, ataupun pedagang yang tidak bisa tertampung di Pasar Johar, untuk bisa berdagang di Pasar Rejomulyo atau Pasar Kobong. Sebab, kalau pedagang grosir butuh bongkar muat barang sehingga tidak bisa dimasukkan ke Pasar Johar.

“Dari data yang ada, 6.300 pedagang Pasar Johar berdasarkan kepemilikan per los maupun kios. Data tersebut tidak mencatat untuk kepemilikan yang lebih dari satu los maupun kios,” kata Nurkholis.

Mantan kepala Dinas Perikanan ini menyatakan, saat ini tengah berupaya menyelesaikan penataan pedagang Johar dan juga mengusulkan untuk pedagang grosir, buah, dan sayuran agar ditempatkan di lokasi yang terpisah. (HS-06)

Rapat Paripurna Istimewa Digelar, Ini Harapan Ketua DPRD di Hari Jadi Kendal ke-417

Klaten Masih Kekurangan Guru Agama Kristen