HALO KLATEN – Klaten masih mengalami kekurangan guru Agama Kristen di SD sampai SMA/SMK. Forum Kerjasama Gereja-Gereja (FKG) Eklesia Kabupaten Klaten berharap pemerintah memenuhi kebutuhan tersebut.
Ketua FKG pendeta MIT Dwikoryanto menuturkan masih banyak sekolah di Klaten yang tidak memiliki guru untuk pelajaran Agama Kristen. Hal itu disampaikan MIT Dwikoryanto saat pelantikan pengurus FKG Eklesia Kabupaten Klaten periode 2022-2025 oleh Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya di Pendopo Kabupaten Klaten, Selasa (26/7/2022).
“Kami mohon dukungan dari Pemerintah Kabupaten Klaten untuk pengadaan Guru Agama Kristen dan dukungan dananya,” kata MIT Dwikoryanto.
Saat ini ada 147 SD yang belum memiliki guru Agama Kristen. Padahal di tingkat pendidikan SD terdapat 1.678 murid yang beragama Kristen.
Di tingkat SMP ada 151 sekolah dengan jumlah 899 murid yang belum mempunyai guru Agama Kristen. Belum lagi kebutuhan guru Agama Kristen untuk SMA dan SMK yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
“Kami sungguh berharap kebutuhan ini bisa dipenuhi,” ujar MIT, sapaannya.
MIT, lebih lanjut, menjelaskan bila keanggotaan FKG Eklesia Klaten adalah gereja Kristen dan Katolik yang berada di wilayah tersebut. Menurut dia jumlah gereja di Kabupaten Klaten ada 150 gereja induk, dengan jumlah jemaat yang tercatat data di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten ada 36.744 orang, dan sekitar 38.000 memeluk agama Katolik.
“Total ada sekitar 74.744 orang. Dari Gereja Kristen yang ada di Kabupaten Klaten tercatat ada 34 denominasi,” katanya.
Menurut dia FKG bakal terlibat dalam banyak kegiatan sosial, lintas iman dan bela negara. Khusus bidang bela negara dibentuk sebagai tanggapan atas ajakan dan imbauan Polri gereja untuk turut aktif berperan serta membantu tugas Polri di dalam pengamanan lingkungan tempat ibadah masing-masing dengan membentuk Pamswakarsa.
Menurutnya, beberapa gereja di Kecamatan Wedi sudah melaksanakan pembentukan Pamswakarsa ini. Selanjutnya, Pamswakarsa akan dikembangkan ke gereja-gereja dalam lingkup Kabupaten Klaten dalam wadah FKG.
Selain memenuhi imbauan Polri, latar belakang dari pembentukan Pamswakarsa ini adalah kesadaran dari gereja-gereja memberikan kontribusi dalam lintas iman untuk berpartisipasi dalam kegiatan bersama, khususnya perayaan dan hari besar umat beragama yang lain.
“Sama seperti rekan-rekan Banser (Nahdlatul Ulama) dan Jogoboyo (Hindu) yang selalu dengan setia berperan dalam perayaan umat kristiani, maka keberadaan Pamswakarsa ini juga merupakan bagian dari semangat gereja-gereja untuk berperan mendukung program pemerintah dalam kegiatan kemanusiaan lainnya di Kabupaten Klaten. Kami mohon Pamswakarsa ini mendapat pembinaan dari Polres Klaten,” ujar pendeta di GPdI Fajar Pengharapan, Canan, Wedi.
Sementara, Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya mengatakan FKG harus turut serta menciptakan Klaten yang kondusif dan damai.
“Saya mengajak Pengurus FKG Eklesia Kabupaten Klaten untuk bersama-sama menciptakan Klaten yang kondusif, aman, dan damai. Kalau ada gesekan, ada permasalahan, mohon bisa diselesaikan secara musyarawah. Jangan sampai melebar kemana-mana,” kata Yoga.
Acara pelantikan juga dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Hartanto, Ketua DPRD Kabupaten Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, dan undangan lainnya.(HS)