TAHUN 2025 di Semarang masih dipersoalkan dengan banjir. Hujan deras sejak Oktober lalu yang bikin kota ini seperti kolam renang raksasa. Sebanyak 23 kelurahan di lima kecamatan kebanjiran, ribuan orang kena dampak, dan di Kecamatan Genuk banjirnya bertahan delapan hari lamanya.
Genangan air di Genuk, sampai Kaligawe mencapai 60 cm, bikin sepeda motor jadi perahu dadakan. Sementara itu, lalu lintas di Pantura lumpuh total, dan warga sibuk selfie dengan air setinggi lutut. Sungguh akhir tahun yang basah kuyup.
Ironisnya, saat banjir datang, macet malah tambah jadi, karena jalanan berubah jadi sungai. Warga Semarang tahun ini kayak hidup di film action, tapi tanpa pahlawan super.
Bicara bencana alam, Semarang nggak cuma banjir. Longsor juga jadi tamu tetap. Kota ini seperti magnet bencana, mungkin karena tata ruang yang katanya buruk. Hujan deras langsung banjir, tanah longsor, dan jalanan macet parah. Tapi tenang, pemerintah bilang penanganan permanen baru mulai 2026-2027. Sabar ya, warga.
Tapi bayang-bayang korupsi masih menghantui Pemerintah Kota Semarang dalam hal penggunaan anggaran pembangunan. Dua mantan Wali Kota Semarang pernah tersandung kasus korupsi, Soemarmo HS (tahun 2012) dan Hevearita Gunaryanti Rahayu (tahun 2024). Kota yang katanya maju malah punya cerita korupsi seperti drama kolosal tak berujung.
Proyek pembangunan? Ada banyak proyek strategis tahun 2026 nanti. Tapi kalau budaya korupsi masih ada, proyek ini bisa-bisa molor atau kurang berkualitas.
DPRD Kota Semarang juga ikut jadi sorotan. Mereka sibuk kunjungan kerja dan rapat-rapat. Fungsi legislasi, budgeting, controlling katanya jalan, tapi di mata warga kurang maksimal. Buktinya, politik anggaran tahun ini yang katanya pro rakyat, tapi banjir dan macet bilang lain. Ekonomi masyarkat juga masih kembang kempis. Banyak persoalan kerakyatan yang tak tuntas.
Dari semua itu, harapan 2026 terasa seperti mimpi indah. Anggaran benar-benar buat rakyat, proyek tepat waktu tanpa fee tersembunyi, perizinan usaha mudah, pasar tradisional ramai, banjir sirna, macet berkurang, UMKM berkembang, dan kota ini bebas dari korupsi.
Meski tahun 2025 ini kita tutup dengan banjir yang tetap setia, macet tak pernah pamit, dan janji bersih-bersih korupsi masih menunggu episode berikutnya.
Selamat Tahun Baru Warga Kota Semarang. Semoga di tahun 2026 nanti kota ini tambah keren, masyarakatnya sejahetera, dan pejabatnya tak banyak drama.(Tulisan ini disempurnakan oleh AI-HS)