in

50 Mustahik Mengikuti Pelatihan Operator Garmen, Upaya Dorong Kemandirian Ekonomi

Program pelatihan bagi mustahik untuk siap kerja melalui skema operator garmen apparel dan pendampingan penempatan kerja bagi masyarakat dhuafa, Senin-Sabtu (10-15/8/2026)

HALO KENDAL – Sebanyak 50 mustahik (penerima zakat) di Kabupaten Kendal mengikuti program pelatihan siap kerja melalui skema operator garmen apparel dan pendampingan penempatan kerja bagi masyarakat dhuafa.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kendal tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, membuka peluang kerja, dan mendorong kemandirian ekonomi.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Ruang Amal Indonesia, Baznas, salah satu perusahaan tekstil di Kendal dan Pemerintah Kabupaten Kendal.

Pelatihan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga diarahkan pada sertifikasi kompetensi dan peluang penempatan kerja melalui kerja sama dengan lembaga zakat dan dunia industri.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Baznas Jawa Tengah, para Asisten Sekda, sejumlah Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Kendal, Kepala Kantor Kemenag Kendal, dari Ruang Amal Indonesia, serta Ketua Baznas Kendal.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memanfaatkan dana zakat untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.

“Terima kasih dan apresiasi kepada Ruang Amal Indonesia, Baznas, PT. Eclat Textile International dan semua pihak, atas terselenggaranya kegiatan pelatihan ini,” ujar Bupati.

Dirinya menilai, program ini menjadi bentuk pemberdayaan, yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendorong mustahik memiliki keterampilan dan kesempatan untuk memperoleh pekerjaan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata gerakan kolaboratif dalam memanfaatkan dana zakat untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, kemandirian masyarakat,” jelas Bupati.

Dibeberkan, peserta pelatihan mendapatkan pembekalan mengenai pengoperasian mesin jahit industri, membaca pola, menjaga kualitas produksi, serta pengetahuan tentang etos kerja, kedisiplinan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga kemampuan beradaptasi di lingkungan pabrik.

“Program ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi terintegrasi dengan sertifikasi kompetensi hingga peluang penempatan kerja melalui kolaborasi dengan Baznas RI, Baznas Kabupaten Kendal, dan dunia industri,” ungkap Bupati.

Sementara itu, CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet menjelaskan, pelatihan berlangsung selama enam hari, dengan jumlah peserta sebanyak 50 mustahik asal Kendal.

“Pelatihan ini berlangsung selama enam hari, mulai hari Senin tanggal 10 Agustus sampai dengan hari Sabtu tanggal 15 Agustus 2026, yang diikuti sebanyak 50 orang mustahik yang berasal dari Kabupaten Kendal,” jelas Slamet.

Diharapkan, para peserta memiliki kompetensi dan kesiapan kerja sehingga mampu memanfaatkan peluang di sektor industri garmen sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga. (HS-06)

Buah dari Curhat ke Bupati Kendal, Alfian Anak Yatim Piatu Akhirnya Bisa Sekolah di SMA

Peserta Pelatihan Barista di Kota Pekalongan Uji Kemampuan Jualan Langsung