HALO REMBANG – Bupati Rembang, H Abdul Hafidz meminta para calon jemaah haji untuk tidak mempersoalkan, bahwa dalam satu kelompok terbang (kloter), diisi calon jemaah haji dari berbagai daerah.
Hal itu disampaikan Bupati Rembang, baru-baru ini ketika membuka manasik haji untuk para calon jemaah haji reguler. Kegiatan yang digagas Kantor Kementrian Agama Rembang tersebut, digelar di Pendapa Museum RA Kartini, diikuti ratusan calon jemaan haji.
Tahun ini Kemenag Rembang memberangkatkan 313 calon jemaan haji ke tanah suci. Jumlah tersebut sudah termasuk tim, dan tenaga pendamping serta panitia haji daerah.
Lebih lanjut Bupati, mengatakan meskipun terdiri atas jemaah dari berbagai daerah dalam satu kloter, ketika tiba di tanah suci, jemaan asal Rembang akan berkumpul menjadi satu. Baik saat prosesi ibadah, hingga penempatan maktab dan hotel.
“Tadi sudah dijelaskan oleh Kementerian Agama. Tahun ini memang tidak pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Karena jamaah haji mestinya 600 lebih hanya diberangkatkan 300 lebih. Semua itu tergantung tuan rumah yaitu Pemerintah Arab Saudi. Itupun ada kabar yang tidak menyenangkan, karena jamaah dipecah kelompok terbang. Tetapi nanti setelah sampai di Makkah tempat tinggalnya satu kawasan. Jadi gak usah kawatir,” kata dia, seperti dirilis rembangkab.go.id.
Sementara itu Kepala Kemenag Kabupaten Rembang, M Fatah mengatakan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sangat singkat. Untuk itu pihak kementerian terkait berupaya melakukan persiapan sebaik mungkin.
“Tahun ini memang untuk persiapan mepet sekali. Setiap malam kami harus lembur,” kata M Fatah.
Setelah dibuka di tingkat kabupaten, manasik haji akan berlangsung di setiap kecamatan selama empat hari berturut-turut. Penutupannya akan dilakukan pada tanggal 30 Mei 2022 mendatang di tingkat kabupaten.
Jamaah haji asal Kabupaten Rembang tergabung dalam dua kloter, yakni kloter 9 dan 10. Mereka diperkirakan berangkat pada tanggal 7 atau 8 Juni 2022. (HS-08)