HALO BLORA – Bupati Blora, H Arief Rohman MSI konsisten mendukung pembangunan kompleks makam dan mengusulkan gelar pahlawan nasional untuk Pocut Meurah Intan.
Hal itu disampaikan Bupati Blora, H Arief Rohman MSI ketika baru-baru ini menerima silaturahmi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaludin, di Rumah Dinas Bupati Blora.
Bupati Arief menyatakan, Pemerintah Kabupaten Blora sudah menganggap bahwa Pocut Meurah Intan merupakan keluarga besar Blora. Pemkab mendukung adanya pembangunan untuk Makam Pocut Meurah Intan.
“Pocut Meurah Intan sudah menjadi keluarga besar kami. Ketika ada keluarga saudara yang berkunjung ke Blora ini kami muliakan,” kata Arief, seperti dirilis Blorakab.go.id.
Dia juga mengatakan akan menambah anggaran pembangunan kawasan makam Pocut Meurah Intan. Bahkan ke depan, dengan izin keluarga mendiang Pocut Meurah Intan, akan dibangun semacam gedung dengan arsitektur kombinasi Blora dan Aceh, serta musala, tamu yang datang merasa lebih nyaman.
“Intinya yang kami lakukan mungkin pembangunan dan kedua mengejar untuk gelar pahlawan, karena Pak Gubernur Jawa Tengah dan Pak Gubernur Aceh, sudah statement akan mendukung proses ini. Selain bangunan fisik, kami juga menyiapkan tim untuk berikhtiar agar ada anugerah pahlawan nasional untuk Pocut Meurah Intan,” ucap Bupati.
Selain itu, ke depan komplek makam ini akan menjadi wisata ziarah dan wisata kebudayaan.
“Saya meminta jajaran OPD di Blora, segera membentuk tim untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan pihak keluarga,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Aceh untuk memuliakan makam Almarhumah Pocut Meurah Intan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadirannya kembali di Blora untuk kedua kalinya, Pak Kepala Dinas sudah dua kali, Pak Gubernur Aceh sudah ke sini sekali, dan nanti kita jadwalkan untuk silaturahmi ke Aceh,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaludin, mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Bupati Blora, Arief Rohman, dalam mendukung pembangunan makam, hingga mengusulkan gelar pahlawan untuk Pocut Meurah Intan.
Saat berkunjung di Rumah Dinas Bupati Blora, di mana turut hadir jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Ketua Masyarakat Sejarah Indonesia Aceh, Mawardi; dan keluarga dari Pocut Meurah Intan.
Sebelumnya, Jamaludin beserta rombongan juga telah mengunjungi makam Pocut Meurah Intan, dan makam pejuang lainnya, yang ada di Blora.
“Pemerintah Aceh sangat mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Bapak Bupati,” ungkapnya.
Lanjutnya, Ia juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Blora terhadap area makam Pocut Meurah Intan.
“Saat kami datang pertama masih tanah, tadi saya lihat sudah ada keramiknya, sudah sangat luar biasa sehingga kita sudah nyaman untuk berada (ziarah) di area makam Almarhumah Pocut Meurah Intan,” imbuhnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh tersebut mengatakan, bahwa pihaknya sudah berdiskusi dan meninjau lapangan untuk memetakan apa saja hal yang akan dikolaborasikan dengan Pemkab Blora maupun Pemprov Jawa Tengah.
“Tadi kita punya ide untuk membangun dalam jangka pendek, cungkup, kemudian coba membangun gapura yang nanti kita kolaborasi antara Aceh dan Blora ada karakteristik Aceh dan Blora,” Jelasnya.
“Dalam jangka panjang juga perlu kita pikirkan yang lebih besar Pak Bupati, pak Gubernur Aceh menyampaikan kalau sudah dua gubernur punya komitmen ini pasti terwujud,” tambahnya.
Disampaikannya, Pemerintah Aceh berkolaborasi dengan Pemkab Blora terkait dengan Pocut Meurah Intan baik dari sisi pengusulan menjadi pahlawan nasional tentunya pihaknya siap bersinergi.
Pada kesempatan itu, Mawardi, mengungkapkan, ada beberapa hal penting terkait pengajuan usulan gelar pahlawan nasional untuk Pocut Meurah Intan.
“Saya pikir ada dua hal yang sangat kuat kita bisa ajukan Pocut Meurah Intan sebagai pahlawan nasional, yang pertama dari aspek perjuangannya, tidak mungkin seseorang itu akan dibuang oleh belanda kalau orang tidak sangat berbahaya bagi Belanda, itu ada nilai juang,” ucapnya.
Mawardi yang juga Dosen di Universitas Syiah Kuala tersebut juga menceritakan pengalaman saat mengajukan pahlawan nasional laksamana Malahayati beberapa tahun lalu.
“Saat tim pusat melakukan verifikasi yang paling diutamakan adalah sumbernya, bahwa tokoh ini bukan imajinatif, sejarah itu mesti ada sumbernya, sumber se zaman misalnya pada saat beliau berjuang ada laporan Belanda,” paparnya.
Kemudian, lanjutnya, berkaitan dengan sumber sejarah terkait Pocut Meurah Intan sangat melimpah.
“Alhamdulillah karena di masa awal abad ke 20 itu sumbernya sangat melimpah, karena pada masa kolonial setiap tahun ada laporan, saya yakin ini sumbernya tidak mengkhawatirkan,” katanya.
Pihaknya optimistis usulan gelar pahlawan untuk Pocut Meurah Intan nantinya dapat segera diproses.
“Saya yakin, karena ini kita ajukan dua provinsi, lebih kuat juga, saya sangat yakin dengan niat kita dengan dukungan dari Pemkab Blora saya sangat yakin ini bisa lebih cepat,” kata dia. (HS-08)