HALO KENDAL – Selama ini, Sungai Kalipenut di Desa Dawungsari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal kondisinya memprihatinkan dan dipenuhi sampah. Belum lagi, pada pertengahan November lalu terjadi musibah banjir akibat luapan sungai.
Hal tersebut membuat Ketua DPC Partai Gerindra Kendal, yang juga Anggota DPRD Jateng, Mifta Reza NP, dan Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania, mendorong pemerintah pusat untuk melaksanakan normalisasi sungai.
Pengerjaan normalisasi sungai Kalipenut sepanjang 230 meter telah dikerjakan mulai 17 Desember, dan selesai pada Rabu (24/12/2025).
“Ya ini inisiatif saya bersama Pak Ketua DPC Gerindra Kendal, Masta (sapaan akrab Mifta Reza NP-red), mengajukan dan mendorong pemerintah pusat untuk melaksanakan normalisasi sungai yang ada di Desa Dawungsari, Pegandon ini. Karena kepentingannya untuk masyarakat,” ujar Sisca.
Dirinya juga menyebut, selain normalisai, tanggul sungai Kalipenut juga harus dilakukan perbaikan. Lantaran, jika terkena hujan terus menerus dan banjir akhirnya tergerus.
“Itu memang harus dikeruk endapan sedimentasi dan juga sampahnya dibersihkan. Kemudian tanggulnya juga harus diperbaiki. Sebab, kalau dibiarkan terus akan tergerus, apalagi ini musim hujan,” tandas Sisca.
Ia berharap, terjadinya musibah banjir bisa dijadikan intropeksi diri untuk perbaikan lingkungan. “Berkaca dan koreksi diri jauh lebih baik, daripada saling menyalahkan atas musibah banjir,” ungkap Sisca.
Sementara Kepala Desa Dawungsari, Achmad Isrofi mengakui, jika kondisi sungai Kalipenut selama ini buruk akibat sedimentasi dan dipenuhi sampah, sehingga membutuhkan penanganan cepat, supaya tidak menimbulkan banjir.
Pada kesempatan itu, dirinya mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPC Partai Gerindra Kendal, dan Ketua Komisi C DPRD Kendal, yang telah memperjuangkan normalisasi sungai di desanya.
“Kami sampaikan terima kasih kepada anggota dewan Jawa Tengah, Bapak Mifta Reza dan juga dewan Kendal, Ibu Sisca, yang telah peduli dan memperjuangkan realisasi pengerukan sungai di desa kami,” ungkap Isrofi.
Selain bisa meminimalisir terjadinya banjir, lanjutnya, normalisasi sungai Kalipenut juga bisa membantu masalah sawah petani di desanya.
“Alhamdulillah warga petani bisa kembali menanam di sawah. Ya selama ini, warga kami gagal tanam karena air tidak bisa mengalir keluar dari sawah, akibat sedimen sungai lebih tinggi dari sawah,” jelas Isrofi.(HS)


