in

Dekatkan Layanan Kesehatan, Pemkab Kebumen Bangun 7 Puskesmas Pembantu

Acara peletakan batu pertama pembangunan puskesmas pembantu (Pustu) Gunungsari, di seberang SMPN 2 Karanggayam. (Foto : kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen, membangun 7 pusat kesehatan masyarakat pembantu (Pustu) baru, salah satuya di Gunungsari, di seberang SMPN 2 Karanggayam.

Pustu Gunungsari di Kecamatan Karanggayam, menjadi satu dari tujuh fasilitas kesehatan serupa yang ditargetkan rampung dibangun oleh Pemkab Kebumen tahun ini.

Selain Pustu Gunungsari, 6 lainnya adalah Pustu Penimbun di Kecamatan Karanggayam, Pustu Ampih di Kecamatan Buluspesantren, Pustu Karangtanjung di Kecamatan Alian, Pustu Pengempon di Kecamatan Sruweng, Pustu Jatiroto di Kecamatan Buayan, dan Pustu Somagede di Kecamatan Sempor.

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Pustu Gunungsari, di seberang SMPN 2 Karanggayam, Senin (25/5/2026) menegaskan pembangunan fasilitas kesehatan ini merupakan komitmen nyata pemerintah, dalam mewujudkan pemerataan pelayanan kesehatan.

“Ini adalah bukti bahwa pemerintah daerah sangat peduli dengan kesehatan warganya. Kami ingin membuktikan bahwa pelayanan kesehatan harus merata. Warga desa juga harus mendapatkan pelayanan yang baik seperti di kota,” kata Lilis Nuryani, seperti dirilis kebumenkab.go.id.

Dengan adanya fasilitas kesehatan ini, Pemkab Kebumen berharap pelayanan kesehatan lebih dekat ke rumah warga, sehingga jarak tidak lagi menjadi hambatan.

“Ibu hamil kini bisa memeriksa kandungannya lebih dekat, dan tumbuh kembang anak-anak bisa terpantau dengan baik,” ujar Bupati Lilis.

Bupati juga berpesan kepada kepala desa dan seluruh masyarakat untuk menjaga fasilitas yang akan dibangun tersebut.

“Pemanfaatannya tolong dimaksimalkan, dijaga, dan dirawat. Jangan sampai gedungnya ada, tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu sesudah melaksanakan peletakan batu pertama, Bupati Kebumen menghadiri pelaksanaan program “Cerdas dan Sehat Bareng Biyunge” atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, yang diselenggarakan Pemkab Kebumen.

Rangkaian kegiatan dipusatkan di lapangan SMPN 2 Karanggayam, berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan. Adapun sasaran kegiatan adalah warga di wilayah utara Kebumen, tepatnya di Desa Gunungsari, Kecamatan Karanggayam.

Kegiatan yang dihadirkan, di antaranya khitan massal, cek kesehatan, pengobatan gratis bersama dokter spesialis, bakti sosial, serta gerakan minum tablet tambah darah bersama yang diikuti oleh siswi SMPN 2 Karanggayam.

Program ini mendapat dukungan penuh dari sektor swasta dan fasilitas kesehatan di Kebumen.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Sruweng, Hasan Bayuni, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi penuh dengan pemerintah daerah.

RS PKU Muhammadiyah Sruweng turut menerjunkan dokter spesialis langsung ke tingkat kecamatan dalam agenda ini.

“Kami memberikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah karena program ini sangat baik dalam mendekatkan dokter spesialis yang selama ini terkesan hanya ada di rumah sakit besar,” kata Hasan.

Lebih lanjut, Hasan mengapresiasi keberhasilan program Pemkab Kebumen yang bersinergi dengan Pemerintah Pusat dalam menurunkan angka stunting.

Menurutnya, kebijakan yang berfokus pada pemenuhan gizi, seperti pemenuhan asupan protein bagi anak-anak, adalah langkah yang sangat tepat.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa protein menduduki urutan pertama, sebagai makanan yang paling direkomendasikan untuk memberikan dampak kesehatan terbaik, bahkan mengungguli makanan berserat, sayur, dan buah.

“Kehadiran kami bersama para dokter spesialis dan tenaga kesehatan hari ini diharapkan dapat menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi seluruh masyarakat Kebumen,” kata dia. (HS-08)

 

 

Bahas Ranperda Perpustakaan di DPRD Boyolali, Legislator Ini Tekankan Perlunya Peran Pemda

Banyak Lahan Kritis, Taj Yasin Dukung Regulasi Pengelolaan Kehutanan Makin Diperketat