in

Banjir Sumatera, Wamenag Siapkan Opsi Pembelajaran Daring dan Fokus Perbaiki Sarana Ibadah Jelang Natal

Banjir Sumatera, Wamenag Siapkan Opsi Pembelajaran Daring dan Fokus Perbaiki Sarana Ibadah Jelang Natal

 

HALO SEMARANG – Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafii membuka opsi pembelajaran daring, bagi siswa lembaga pendidikan agama dan keagamaan terdampak banjir.

Hal ini disampaikan Wamenag, seusai meninjau korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Wamenag ikut membersamai Ketua MPR, Ahmad Muzani, menyerahkan bantuan di Aceh Utara, Tapanuli Selatan, dan Tabing Banda Gadang, Nanggalo Padang, Sumatra Barat.

“Khusus yang terkait dengan properti yang berada di bawah naungan Kemenag, kami ingin memastikan bahwa anak anak yang belajar di pondok, madrasah, tidak boleh kehilangan haknya untuk terus belajar. Kalau mungkin kondisi fisik dari pondok dan madrasahnya belum memungkinkan, kami telah mengambil kebijakan bisa dilakukan kegiatan belajar mengajarnya secara daring,” kata Wamenag, di Padang, belum lama ini.

Dia juga mengatakan Kemenag sedang mengumpulkan pembiayaan, untuk merenovasi pondok dan madrasah yang rusak.

“Tentu saja kami terus berupaya, selain tanggap darurat yang sudah kami lakukan, kami terus mengumpulkan pembiayaan untuk kemudian merenovasi pondok dan madrasah yang mengalami rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat,” sambungnya.

Menurut Wamenag, pada tahap awal pihaknya melakukan langkah tanggap darurat terlebih dahulu.

Fokusnya, bagaimana warga yang terdampak bisa menghadapi bencana, bisa bertahan dan tetap semangat.

“Setelah itu, kita melakukan perbaikan-perbaikan properti, yang mengalami kerusakan,” paparnya, seperti dirilis kemenag.go.id.

Menjelang Natal dan tahun baru (Nataru), umat Nasrani akan melaksanakan kegiatan Natal.

“Kita meminta kepada aparat Kemenag di daerah, untuk segera melaporkan kerusakan rumah-rumah ibadah saudara kita yang Nasrani, agar tidak terhalang kegiatan mereka melaksanakan Natal dan Tahun Baru,” tegas Wamenag.

Selain gereja, banyak masjid, musala, dan surau, yang mengalami kerusakan. Menurut Wamenag, rumah ibadah terdampak sedang didata agar bisa segera dilakukan perbaikan sehingga bisa digunakan kembali sebagaimana mestinya.

“Karena apapun ceritanya, perbaikan fisik ini sangat mendesak, tapi bagaimana ketenangan psikis, itu tentu dibentuk oleh kegiatan keagamaan. Oleh karena itu, harus segera diperbaiki,” tandas Wamenag. (HS-08)

 

 

Memimpikan Kelurahan Jadi Pusat Pemerintahan Terkecil di Kota Semarang

DWP Kemenag Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir di Bandung