HALO BATANG – Prestasi diraih pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Subah Kabupaten Batang, Sintiche Herminingsih.
Wanita paruh baya itu, menjadi yang terbaik Tingkat Nasional, pada Lomba Vlog Pokja 3 TP PKK Pusat, bertema Pangan Aman menuju Generasi Emas (Paman Gemas) 2022.
“Alhamdulilah saya dinobatkan menjadi terbaik satu. Penghargaan diserahkan pada acara Rapat kerja nasional (Rakernas) PKK di Jakarta,” kata Sintiche Herminingsih, Selasa (29/11/2022), seperti dirilis batangkab.go.id.
Penghargaan diserahkan oleh Ketua TP PKK Pusat, Tri Suswati Tito Karnavian, kepada Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Purwaniti Sugeng Sudiharto.
Dalam Vlog yang berdurasi sekitar satu menit, dan bisa dilihat di Instragram Bu Guru, dengan akun sintiche_hermaningsih itu, Sintiche menjelaskan mengenai bahaya pangan, termasuk bahaya kimia, bahaya fisik, dan bahaya biologi.
Bahaya biologi berasal dari parasit, ganggang, dan virus. “Seperti makanan yang sudah basi, sehingga tidak layak untuk dimakan, yang jika dikonsumsi bisa menyebabkan keracunan,” kata dia.
Sintiche Herminingsih juga mengemukakah bahaya kimia, yakni bahan kimia yang tidak boleh dicampurkan dalam makanan, seperti borak, formalin, dan pewarna tekstil. Selain itu juga bahan tambahan pangan yang melebihi batas penggunaannya.
Adapun bahaya fisik, menurut Sintiche, adalah benda-benda yang tidak boleh ada di dalam pangan. Dia memberi contoh batu, rambut, kuku, logam, pecahan kaca, dan staples.
Dia menyarankan masyarakat untuk membeli bahan pangan yang bersih di tempat penjual yang sehat.
Bahan pangan juga harus dipastikan dalam kondisi baik dan kemasan tidak rusak. Masyarakat juga perlu mengecek label, masa kedaluwarsa, dan izin edar.
Sebelum diolah atau dikonsumsi, bahan pangan juga perlu dicuci hingga bersih. Jika menggunakan penyedap makanan tidak boleh melebihi takaran dan bisa diganti dengan bahan penyedap alami, seperti daun sere, daun salam, dan daun pandan.
Dia juga menyarankan masyarakat untuk memasak makanan hingga matang, menggunakan pewarna alami.
Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki, selaku Dewan Pembina TP PKK Kabupaten Batang, menyampaikan apresiasi atas prestasi ini.
Lani Dwi Rejeki mengatakan penyajian vlognya sangat sederhana, tetapi sangat edukatif dan informarif bagi kalangan ibu-ibu.
“Vlog ini sasarannya kan untuk ibu-ibu, agar buah hatinya mendapatkan makanan yang bergizi. Sehingga tumbuh kembang anak sesuai dengan pertumbuhan normal dan sehat,” jelasnya.
Menurut Lani, video konten kreatif ini mudah dipahami oleh semua kalangan.
“Oleh karena itu, saya minta Aparatur Sipil Negara bisa ikut membagikan dan dijadikan status WhatsApp. Hal ini bertujuan untuk berbagi informasi agar Batang memiliki generasi sehat dan emas,” ujar dia. (HS-08)