in

Anggaran Capai Rp 5 Miliar, Legislator Soroti Pengadaan Seragam Batik SD di Kendal

Ilustrasi batik khas Kendal. Sumber: Olenka.

HALO KENDAL – Wakil Ketua Komisi D DPRD Kendal, Sulistyo Ari Bowo menyoroti anggaran pengadaan seragam batik untuk siswa SD negeri di Kendal yang mencapai Rp 5 miliar, di tengah kondisi keuangan daerah yang terdampak efisiensi.

“Di tengah kondisi keuangan daerah yang terdampak efisiensi, hal itu perlu dikaji ulang,” tandasnya, Jumat (5/9/2025).

Ari sapaan akrabnya tak memungkiri jika bidang pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas meski dalam cakupan efisiensi. Namun, ia menilai ada program lain pada bidang pendidikan yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

“Prinsipnya sudah kami klarifikasi (Disdikbud Kendal), seragam ini untuk identitas siswa Kendal. Tapi dengan efisiensi, tetap harus ada skala prioritas yang harus dikelarkan,” jelasnya.

Ari pun mengingatkan kepada pihak Pemkab Kendal, supaya menunda program ini, mengingat kondisi daerah sedang melakukan efisiensi anggaran. “Kami sudah mengingatkan kepada Disdikbud,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kendal telah menetapkan batik rancangan dari Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari untuk diberikan secara gratis kepada siswa SD negeri.

Batik tersebut memiliki corak khas Kendal dengan gambar kendil dan pohon Kendal. Batik baru ini akan menggantikan seragam batik yang sebelumnya telah dipakai siswa, dan orang tua tak perlu merogoh kocek untuk membelinya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, sekitar 25 ribu siswa SD di Kendal yang akan menerima batik corak khas Kendal tersebut.

Ferinando menyebut, pengadaan batik menelan biaya sebesar Rp 5 miliar, dan saat ini pengadaan batik tersebut sedang berproses di e-katalog.

“Nantinya, batik tersebut akan dibagikan dalam bentuk seragam jadi, dengan bawahan berupa celana putih. Untuk sekarang belum didistribusikan. Masih proses pembuatan dokumen buat baju ke e-katalog,” ungkapnya.

Menurut Ferinando, pengadaan batik ini sebagai langkah memperkuat identitas lokal Kendal. Namun, pihaknya hanya akan membagikan seragam batik ini ke sekolah negeri saja. “Kenapa negeri saja? Ya karena sekolah swasta biasanya kan sudah punya batik sendiri,” sambungnya.

“Namun ternyata proses pengadaan barang memakan waktu cukup lama. Ada berbagai pertimbangan, termasuk motif, corak serta pemilihan kain. Kalau motif sudah OK dengan ibu bupati, kita terus harus cari bahan yang bagus apa,” jelasnya.

Adapun rencana pembagian seragam gratis ini akan direalisasikan pada tahun ajaran baru 2025–2026. Pada tahap pertama, pembagian difokuskan kepada siswa kelas 2, 3, dan 4 SD Negeri.

Ferinando menambahkan, untuk harga satu setel baju itu sekitar Rp 200 ribu, sudah termasuk ongkos jahit berdasarkan Standar Satuan Harga (SSH), dan ditargetkan selesai Agustus.(HS)

Kejutan Unik Yamaha di Customer Day: Warga Semarang Dikira Didatangi Debt Collector, Ternyata Dapat Hadiah Motor

Hari Pelanggan Nasional, Dirut Bank Jateng Layani Nasabah Langsung di Demak