HALO KEBUMEN – Sejak Sabtu (5/11/2022) pekan lalu hingga Senin (14/11/2022) wilayah Kabupaten Kebumen dihantui ancaman bencana tanah longsor dan banjir. Bencana tanah longsor diketahui terjadi di empat kecamatan yang disebabkan hujan deras beberapa pekan terakhir ini.
Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko mengaku prihatin akan musibah tersebut. Pemerintah daerah dan provinsi, diharapkan untuk segera mengambil tindakan atas musibah tersebut. Baik dengan memberikan bantuan pada korban, serta melakukan penanganan di wilayah yang terkena bencana.
“Perlu ada langkah antisipasi di wilayah lain yang berpotensi terjadi bencana serupa. Mengingat saat ini hujan masih kerap mengguyur dengan intensitas tinggi di beberapa wilayah di Jawa Tengah, termasuk Kebumen. Sedangkan di titik bencana, harus segera ada langkah penanganan. Agar aktivitas masyarakat bisa kembali pulih,” tegasnya, Selasa (15/11/2022).
Dikatakan, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika diperlukan, untuk sementara warga yang rumahnya berada di titik rawan untuk mengungsi.
“Pendataan dari pemerintah daerah diperlukan, di mana titik-titik rawan. Jika memungkinkan bisa menyiapkan kantong-kantong untuk mengungsi. Langkah antisipasi sangat diperlukan untuk meminimalisir korban maupun kerugian,” tegas politisi Gerindra ini.
Dikatakan, berdasarkan data dari BPBD Kebumen, empat kecamatan yang terdampak bencana tanah longsor yakni Kecamatan Rowokele, Kecamatan Ayah, Kecamatan Buayan dan Kecamatan Bulupesantren. Terbaru, longsor terjadi di Desa Giyanti, Kecamatan Rowokele pada Minggu (13/11/2022). Bahkan di Desa Argopeni, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, pasangan suami istri Samidin (66) dan Rasinah (62) meninggal dunia tertimpa material longsor di rumahnya.
Selain tanah longsor, banjir dan puting beliung juga masih menjadi momok bagi warga. Pihaknya juga mengimbau sejumlah daerah rawan banjir dan longsor lain seperti Kebumen, Purworejo, Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo, untuk tetap waspada akan ancaman bencana.
Alat Berat
Sebagai informasi, sejak 5-14 November 2022 ini wilayah Kabupaten Kebumen dikepung bencana mulai dari banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Banjir terjadi di 47 titik yang ada di 16 desa pada tanggal 5 dan 6 November 2022 lalu. Kemudian bencana tanah longsor terjadi di 401 titik yang terjadi di 21 desa, kejadiannya mulai tanggal 5 – 13 November 2022.
Dan bencana angin puting beliung terjadi di 4 titik yang ada di 3 desa, dimana kejadiannya pada tanggal 5 dan 6 November 2022.
Sementara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo gerak cepat ikut membereskan sisa longsor yang melanda di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen. Apalagi di Kecamatan Ayah, ada satu desa yang terdapat 80 titik longsor. Hal itu diungkapkan Ganjar usai meninjau titik longsor di Desa Argopeni, Kecamatan Ayah, Kebumen, Selasa (14/11/2022).
“Dibutuhkan banyak alat berat untuk menyelesaikan sisa-sisa longsor. Dicarikan dari beberapa tempat termasuk kemarin provinsi kirim, dan tidak bisa besar. Kecil tapi agak lama karena kondisinya (sulit),” katanya.
Ganjar menegaskan, dalam situasi seperti ini kewaspadaan terhadap bencana harus ditingkatkan. Adapun berdasarkan data BPBD Provinsi Jawa Tengah, kejadian bencana longsor di Kabupaten Kebumen itu terjadi dua kali. Yakni 4 dan 5 November. Sepasang pasutri lansia jadi korban meninggal dunia.
Total ada 455 keluarga terdampak longsor. Adapun 33 jalan desa tertimbun dan terbawa longsor. Selain itu, tiga fasilitas publik juga terkena longsor dan 79 hektare sawah produktif tergenang.(Advetorial-HS)