HALO SEMARANG – CEO Ducati Claudio Domenicali mengkritik habis gaya membalap Marc Marquez pada MotoGP Portugal, 26 Maret lalu.
Aksi ugal-ugalan Marquez membuat Jorge Martin dan Miguel Oliveira terdampak sehingga gagal meneruskan balapan.
Marquez dinilai sembrono dalam melakukan manuver.
Cara The Baby Alien terlampau agresif dan membahayakan pembalap lain.
Marquez memang sudah meminta maaf atas ulahnya itu.
Kebiasaan buruk Marquez yang suka ugal-ugalan di lintasan tak berubah dari waktu ke waktu.
Domenicali mengaku kecewa karena salah satu anak buahnya, Martin, gagal meneruskan lomba.
‘’Saatnya untuk mengakhiri cara membalap seperti itu. Kalau memang ada masalah teknis, itu harus dibuktikan dengan data,’’ tutur Domenicali seperti dikutip dari Paddock GP.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola juga ikut angkat bicara.
Sebagai bos dari Oliveira, Rivola menyayangkan kalau Marquez sampai lolos dari hukuman gara-gara kecerobohannya itu.
“Pembalap seperti dia harus dihentikan. Kalau kita tidak mau menyadarinya, seseorang bisa terluka,’’ tegas Rivola.
Namun, keinginan Rivola tidak terwujud.
Pasalnya, Marquez dipastikan lolos dari hukuman double long lap penalty lantaran memutuskan absen pada seri selanjutnya, MotoGP Argentina 2023, 31 Maret-2 April mendatang.
Marc tak bisa membalap karena menjalani operasi kedua pada metacarpal ibu jari tangan kanannya yang patah.
Ulah Si Semut dari Cervera itu ternyata juga merugikan dirinya sendiri. (HS-06)