in

Kebakaran di Plumpang, RS Polri Keramat Jati Identifikasi Korban Meninggal

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mohammad Fadil Imran. (Foto : Polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, mengatakan proses identifikasi terhadap korban yang tewas dalam kebakaran Depo Pertamina Plumpang, dilakukan di RS Polri Keramat Jati, Jakarta Timur.

“Lagi proses (identifikasi) sekarang, karena kondisi korban ini kan ada yang utuh ada yang mengalami luka bakar sampai 100 persen,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, di Koramail 01 Koja, Jakarta Utara, Sabtu (4/3/23), seperti dirilis tribratanews.polri.go.id.

Irjen. Pol. Mohammad Fadil Imran berharap, korban dapat segera diidentifikasi agar segera bisa dikembalikan kepada keluarga.

Korban nantinya akan diambil sample data post mortem dan ante mortem untuk dicocokkan dengan semple keluarganya.

“Kemudian sidik gigi kalau punya kondisinya giginya, kalaupun itu tidak punya paling terakhir itu dari DNA,” kata Jenderal Bintang Dua tersebut.

Sementara itu untuk menangani korban kebakaran di Depo Pertamina Plumpang, Rumah Sakit Bhayangkara TK I Raden Said Sukanto (RS Polri) Kramat Jati, membuka dua posko.

Menurut Kepala Rumah Sakit Polri Brigjen. Pol Hariyanto, Sabtu (4/3/23) mengatakan Posko pertama difungsikan untuk pendataan dan posko kedua untuk menampung informasi yang disampaikan oleh anggota keluarga.

“Kami buka dua posko bagi korban kebakaran Depo Plumpang. Kami sudah menyiapkan yang pertama posko pos mortem nanti ada pendataan. Kemudian ada posko antemortem yang barangkali keluarga bisa menyampaikan sesuatu yang berhubungan dengan keluarganya yang sedang dicari,” kata dia.

Hariyanto berharap keluarga yang merasa kehilangan sanak keluarganya, untuk datang ke RS Polri untuk memberikan masukan dan ciri-ciri keluarganya.

“Ini kan kecelakaan atau musibah di malam hari, otomatis untuk para korban ini kemungkinan identitasnya itu tidak terbawa. Sehingga diperlukan masukan dari pihak keluarganya,” ungkap Karumkit.

Diketahui. Rumah Sakit Polri Kramat Jati telah menerima 13 kantong berisi jenazah korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Sabtu (4/3/2023) mengatakan sebanyak 17 warga meninggal akibat kebakaran yang melanda Integrated Terminal BBM Jakarta Pertamina, Plumpang, Jakarta Utara pada Jumat (3/3/2023) malam.

“Terdiri dari 15 orang dewasa dan dua anak. Jumlah tersebut masih mengikuti data terakhir pada pukul 07.00 WIB pagi tadi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Sabtu (4/3/2023).

Untuk korban luka sementara mencapai 49 orang dan kini telah mendapat perawatan di rumah sakit terdekat.

Rinciannya, 5 korban di RS Pelabuhan, 10 korban di RS Tugu Koja, 15 korban di RS Mulyasari, 3 korban di RS Koja, dan 6 korban di RS Firdaus.

Selain itu, Polda Metro Jaya juga telah mendirikan posko tanggap darurat dan pengaduan orang hilang di depan Koramil Koja.

“Kami juga membangun dapur umum di pos polisi,” Kombes Pol Trunoyudo.

Berdasarkan keterangan Command Center Badan Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat), informasi pertama soal peristiwa itu diterima petugas pada pukul 20.11 WIB.

Adapun untuk penyebab kebakaran, Tim Labfor Polri akan berkoordinasi dengan Bareskrim dan Diskrimum Polda untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan menyelidikinya. (HS-08)

Kebakaran Pipa BBM Depo Plumpang Jakarta Utara, Anggota DPR Minta Pertamina Investigasi Menyeluruh

Ganjar: Indonesia Bisa Kembalikan Kejayaan Islam yang Penuh Kedamaian