in

Pemkab Wonosobo Kerahkan Ratusan Personel Gabungan Tangani Karhutla Gunung Sumbing

Rapat penanganan Karhutla Gunung Sumbing di Wonosobo. (Foto : wonosobokab.go.id)

 

HALO WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama relawan dari berbagai unsur, Polri, BPBD, Perhutani, dan TNI bergerak cepat mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Sumbing, yang terbakar sejak Senin (19/10/2026).

Hingga kemarin dampak kebakaran mencapai sekitar 306 hektare, di mana 140 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan,

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, juga telah secara resmi menetapkan peningkatan status kebencanaan menjadi tanggap darurat, sebagai langkah konkret mempercepat pemadaman serta mempermudah pengerahan bantuan lintas sektor.

Termasuk memperkuat koordinasi serta membuka akses dukungan bantuan dari tingkat Provinsi Jawa Tengah hingga BNPB.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan sejak malam pertama kejadian, tim gabungan Basarnas, BPBD, dan relawan basecamp yang telah bersiaga penuh berhasil mengevakuasi 152 pendaki yang berada di atas gunung dalam kondisi selamat.

“Saya menyampaikan apresiasi yang tulus dan terima kasih kepada rekan-rekan Basecamp, Basarnas, BPBD, Perhutani, serta para relawan gabungan yang telah bergerak cepat menyisir dan mendampingi 152 pendaki hingga selamat. Ini adalah wujud kepedulian bersama yang luar biasa,” ujar Bupati Afif Nurhidayat, seperti dirilis wonosobokab.go.id.

Sebagai bentuk tindakan preventif, Pemkab Wonosobo menginstruksikan penutupan sementara seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing, hingga situasi benar-benar kondusif.

Langkah ini didukung penuh oleh koordinasi jajaran camat dan kepala desa di wilayah terdampak.

Terlebih, embusan angin kencang serta medan ekstrem dengan kemiringan mencapai 80 derajat, membuat upaya penanganan di lapangan belum sepenuhnya efektif.

Kondisi ini yang mendasari kesiapan konsep peningkatan status agar pengerahan bantuan dari provinsi dan pusat dapat segera masuk.

Di bawah komando Kapolres Wonosobo, AKBP Ricky Pripurna Atmaja sebagai Incident Commander (IC), sebanyak 180 personel gabungan yang terbagi dalam 6 pleton telah diterjunkan ke titik-titik rawan.

Sebanyak 2 pleton difokuskan ke arah Banyumudal untuk menangani area terdampak sekitar 70 hektare, sementara 4 pleton lainnya melakukan upaya penyekatan dan mitigasi guna mencegah api meluas ke lahan pertanian warga maupun permukiman.

Di sisi lain, jajaran Kepolisian juga bergerak melakukan identifikasi mendalam terkait penyebab timbulnya kebakaran hutan ini. Kepolisian menegaskan akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku apabila ditemukan unsur kelalaian atau kesengajaan.

Untuk mendukung kelancaran operasional di garis depan, Penjabat (Pj.) Sekda Wonosobo Mohamad Kristijadi mengonfirmasi bahwa fasilitas dapur umum dan posko kesehatan telah siap beroperasi.

Bupati Wonosobo juga menginstruksikan penyiapan administrasi kenaikan status tanggap darurat secara cepat serta mendorong beberapa OPD terkait untuk menyiapkan dukungan logistik dan sarana sesuai kewenangannya masing-masing.

Terkait pengerahan teknologi pemadaman udara (water bombing), Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Roy Hardi Siahaan, menyampaikan bahwa opsi penggunaan helikopter disiapkan dari armada yang ada, di mana pengerahannya akan disesuaikan dengan hasil pemantauan situasi dan potensi teknis di lapangan.

“Kita mendorong helikopter yang ada untuk bisa masuk ke sini. Kita akan melihat situasi lebih lanjut. Jika potensinya memungkinkan pada medan dan wilayah ekstrem seperti ini, opsi pemadaman udara (water bombing) akan kita lakukan,” tegas Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan.

Hingga saat ini, titik api dipastikan belum menyentuh area pemukiman maupun ladang pertanian warga. Pemerintah Daerah bersama instansi terkait mengimbau seluruh masyarakat dan petani di kawasan lereng perhutani untuk tidak melakukan aktivitas pembersihan lahan dengan cara membakar.

Seluruh kegiatan operasional dan layanan informasi, dipusatkan di Posko Komando Pusat Kendali Resmi yang berlokasi di Basecamp Sumbing via Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar. (HS-08)

LPPL Radio Sebayu FM Kota Tegal Studi Tiru Pengelolaan Radio Publik

Penahanan Wakil Bendahara atas Dugaan Penggelapan Dana Pembinaan, Ketum KONI Kendal Apresiasi Kinerja Kejaksaan