HALO SRAGEN – Pengelolaan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL), termasuk milik pemerintah daerah, perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Radio-radio tersebut dituntut untuk memperluas jangkauan, melalui media sosial, serta membuka peluang siaran bersama.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tegal, Dorres Indrian Nugroho, saat bersama rombongan, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke LPPL Radio Buana Asri FM Kabupaten Sragen.
Kunjungan kerja kali ini ke Kota Tegal, untuk belajar dan memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan radio LPPL Radio Buana Asri FM Kabupaten Sragen.
Terlebih radio milik Pemkab Sragen ini, juga berprestasi sebagai Juara 1 Nasional Kategori LPPL Radio Terbaik dalam Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) 2025.
Pengetahuan, strategi, dan cara yang telah dilaksanakan LPPL Radio Buana Asri FM Kabupaten Sragen tersebut, dapat diadopsi oleh Sebayu FM 94.0 Kota Tegal.
Rombongan dari Kota Tegal diterima Direktur Utama LPPL Radio Publik Kabupaten Sragen, Husbandiyah Hadiwarni, di Aula Diskominfo Kabupaten Sragen, Kamis (22/10/2026).
Dalam kesempatan itu Kepala Diskominfo Kota Tegal, Dorres Indrian Nugroho, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan, sekaligus kesempatan untuk belajar dari pengalaman Sragen.
Ia menilai capaian Buana Asri FM dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan radio publik di Kota Tegal.
“Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, Sragen direkomendasikan sebagai tempat yang layak untuk belajar dan berbagi pengalaman. Kami berharap prestasi Buana Asri bisa menular kepada kami, sehingga ke depan dapat tumbuh menjadi kompetitor yang positif,” ujarnya.
Dorres berharap kunjungan ini tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi berlanjut menjadi komunikasi, sinergi, dan kolaborasi antardaerah.
Direktur Utama LPPL Radio Publik Kabupaten Sragen, Husbandiyah Hadiwarni, menyambut baik kepercayaan tersebut.
Ia menjelaskan pengalaman Buana Asri FM yang dibagikan meliputi pengelolaan kelembagaan, program siaran, pengembangan pendapatan di luar hibah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta tata kelola pendanaan dan pelaporan yang tertib dan akuntabel.
“Kami berharap bisa sama-sama belajar. Kelebihan Buana Asri bisa diadopsi oleh Sebayu FM, sementara kami juga ingin mempelajari keunggulan mereka yang belum kami miliki,” ungkapnya. (HS-08)


