in

Kebakaran Pipa BBM Depo Plumpang Jakarta Utara, Anggota DPR Minta Pertamina Investigasi Menyeluruh

Api dari kebakaran pipa BBM Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, merambat ke permukiman warga, Jumat (3/3/2023) malam. (Sumber : tangkapan layar Instagram Pemadam Kebakaran DKI Jakarta)

 

HALO SEMARANG – Sejumlah anggota DPR RI bereaksi atas kebakaran pipa BBM Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara yang sampai merambat ke permukiman warga dan menyebabkan sejumlah korban meninggal.

Adapun Pertamina mengatakan akan melakukan upaya terbaik untuk menangani bencana tersebut dan membantu warga.

Anggota Komisi VI DPR RI, Amin Ak meminta Pertamina melakukan investigasi menyeluruh, atas peristiwa kebakaran pipa BBM Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, yang terjadi Jumat (3/3/2023) malam.

Menurut Amin, Pertamina harus mengusut tuntas penyebab kebakaran yang telah menyebabkan banyak korban jiwa tersebut.

Amin juga meminta Pertamina menyantuni keluarga korban meninggal, menanggung biaya perawatan korban luka bakar, serta memberikan ganti rugi bagi warga yang rumahnya terbakar.

“Harus diketahui apakah karena murni human error, terdapat kerusakan sistem atau jaringan atau disebabkan faktor lain, misalnya sabotase. Perlu dikaji juga apakah perlu memindahkan depo mengingat lokasinya berada di tengah permukiman padat penduduk,” tegas Amin.

Evaluasi terhadap peristiwa ini dan sebab-sebabnya sangat penting agar tidak terjadi lagi kejadian serupa di masa yang akan datang. Selain itu Depo ini sudah beroperasi sejak tahun 1974, apakah kondisinya masih layak atau tidak juga harus dievaluasi.

Dalam catatan, Terminal BBM Plumpang juga pernah meledak di tahun 2009 silam.

Selain menimbulkan korban jiwa, peristiwa itu menimbulkan kerugian hingga Rp 17 miliar.

Amin juga mendesak Pertamina untuk memulihkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah-wilayah yang selama ini dilayani oleh Depo Pertamina Plumpang.

Seperti diketahui, dalam publikasi Global Tank Storage, Integrated Terminal Jakarta atau Depo Pertamina Plumpang dinilai sebagai terminal BBM terpenting di Indonesia.

Ini karena Depo tersebut menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan BBM harian di Indonesia atau sekitar 25 persen dari total SPBU Pertamina.

Selain itu, kapasitas aliran BBM rata rata sebesar 16.504 kiloliter per hari dan wilayah distribusi utamanya meliputi Jabodetabek.

“Agar objektif, investigasi sebaiknya dilakukan tim gabungan yang melibatkan ahli dan aparat penegak hukum,” kata dia.

Ungkapan keprihatinan juga disampaikan anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto. Selain mengungkapkan rasa duka atas musibah kebakaran depo BBM Pertamina, Plumpang, Jakarta Utara dia juga mendesak Pertamina fokus mengatasi kebakaran dan menangani korban dengan baik.

Mulyanto berharap, meski dalam kondisi darurat, Pertamina tetap dapat menyediakan pasokan BBM bagi masyarakat.

Ia percaya Pertamina memiliki rencana kerja cadangan (contigency plan). Contigency plan tersebut harus memungkinkan pelayanan pengadaan BBM tetap berjalan meskipun terjadi musibah kebakaran di depo Plumpang.

“Pertamina perlu mengambil langkah untuk menutupi kekurangan pasokan distribusi BBM dan gas di wilayah Jabodetabek agar kegiatan ekonomi masyarakat lainnya tidak terganggu,” ujar Mulyanto, Sabtu (4/3/2023).

Menurutnya, Pertamina harus diberi kesempatan untuk menyelesaikan permasalahan kebakaran terlebih dahulu.

Sebab, hal itu lebih penting karena menyangkut keamanan dan keselamatan orang-orang yang ada di kawasan depo dan lingkungan masyarakat sekitar.

“Kita jangan berpolemik dulu tentang penyebab kebakaran. Masalah itu bisa kita bicarakan setelah kebakaran diselesaikan dan penanganan korban sudah dituntaskan,” kata Politikus Fraksi PKS ini.

Untuk menghindari kejadian serupa, Mulyanto minta Pertamina segera melakukan audit keamanan di semua depo dan kilang BBM.

Ia menyebut kebakaran di depo dan kilang BBM Pertamina termasuk sering terjadi. Karena itu proses pemeriksaan dan pengawasan perlu ditingkatkan.

Apalagi kondisi cuaca belakangan ini sering hujan disertai petir, sehingga bisa menyebabkan kebakaran di kilang-kilang minyak.

“Pertamina harus sungguh-sungguh melakukan penelitian untuk mengetahui kondisi setiap depo dan kilang yang dimiliki sehingga dapat dilakukan mitigasi dan pencegahan di masa-masa mendatang,” ujar Mulyanto.

Ia minta pemeriksaan depo dan kilang BBM dilakukan secara berkala. Bagi fasilitas depo dan kilang BBM yang sudah tua harus diaudit secara komprehensif.

“Langkah mitigasi dan pencegahan yang diambil dari kasus sebelumnya menjadi penting. Ini harus menjadi perhatian serius pertamina,” tegas Mulyanto.

Penanganan Terbaik

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan masyarakat, terkait peristiwa kebakaran di pipa Integrated Terminal Jakarta, Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (3/3/2023) malam.

Kebakaran hebat yang diduga terjadi akibat sambaran petir tersebut, telah menyebabkan belasan orang meninggal, luka-luka, dan ratusan rumah hangus terbakar.

Ungkapan permohonan maaf tersebut, disampaikan Direktur Utama Pertamina,  Nicke Widyawati, beberapa saat setelah peristiwa itu terjadi.

“Pertamina akan memberikan penanganan yang terbaik bagi masyarakat terdampak,” jelas Nicke, dalam pernyataan tertulisnya, yang disampaikan laman resmi Pertamina.

Dia juga mengatakan Pertamina membentuk tim gabungan dengan PT Pertamina Patra Niaga, fungsi terkait dan aparat penegak hukum, untuk menginvestigasi penyebab terjadinya insiden malam ini.

“Kami akan melakukan evaluasi dan merefleksi menyeluruh di internal demi menghindari kejadian serupa terulang,” ungkap Nicke.

Pertamina memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap aman dengan back up supply dari terminal terdekat yaitu TBBM Tanjung Gerem, TBBM Cikampek, dan TBBM Ujung Berung.

Pasokan BBM juga diamankan melalui dukungan dari Kilang Cilacap dan Balongan yang disalurkan lewat laut ke TBBM Tanjung Priok.

Terkait peristiwa kebakaran itu, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, mengatakan segera setelah musibah itu terjadi, Tim Pemadam Integrated Terminal Jakarta diturunkan bersama Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota (Sudin Damkar) Jakarta Utara.

Tim berhasil memadamkan api secara menyeluruh pada sekitar pukul 22.00 WIB, dan status keadaan darurat (emergency) telah dicabut pada pukul 03.35 WIB.

Alfian Nasution juga mengatakan Pertamina menyampaikan ungkapan duka cita mendalam serta permohonan maaf kepada keluarga korban.

“Pertama-tama kami mengucapkan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Kami memohon maaf atas kejadian ini. Pertamina akan terus mengawal penanganan korban dan proses penyelidikan. Kami berkomitmen akan memberikan penanganan yang terbaik bagi masyarakat yang terdampak. Hal ini akan menjadi prioritas kami,” tutur Alfian.

Pertamina berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh terhadap korban. Termasuk biaya pengobatan untuk para korban.

Selain itu, tim Pertamina Patra Niaga juga secara intens bekerja bahu-membahu bekerja sama dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Kapolda Metro Jaya, Wakil Wali Kota Jakarta Utara, dan Palang Merah Indonesia (PMI), untuk melakukan evakuasi warga dan memberikan bantuan bagi pengungsi.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemadaman, evakuasi dan penanganan korban,” tambahnya.

Pertamina juga gerak cepat mengaktifkan skema distribusi Reguler, Alternatif, dan Emergency (RAE), dengan bantuan suplai dari Terminal BBM (TBBM) Tanjung Gerem, TBBM Cikampek, Fuel Terminal Bandung Group dan TBBM Balongan, untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat di wilayah Jawa Bagian Barat tetap dapat terpenuhi dengan baik.

“Pertamina memastikan pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Jawa Bagian Barat tidak mengalami kendala dan penyaluran BBM telah kembali normal,” ujar Alfian.

Sementara itu VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan PT Pertamina (Persero), melakukan respons cepat, dalam penanganan kebakaran di Integrated Terminal Plumpang Jakarta.

Tak hanya untuk pemadaman dan evakuasi, tetapi juga fokus memberikan bantuan kepada warga Plumpang yang terdampak.

Sejak Jumat malam (3/3) Pertamina telah terjun langsung menyalurkan bantuan di 4 titik, yaitu Posko Koramil, Posko Kantor Lurah Tugu Selatan, Posko RPTRA Rasela Rawabadak, Puskesmas dan Kantor Kelurahan Rawa Badak Selatan.

Fadjar Djoko Santoso menyampaikan, bantuan yang diberikan berupa air minum 60 box, makanan siap saji 200 paket, makanan ringan 1000, ratusan kasur, selimut dan masker.

“Kami gerak cepat berikan bantuan pada warga yang saat ini evakuasi dari rumahnya,” ungkap Fadjar.

Bantuan akan terus Pertamina berikan sesuai kebutuhan warga. Bekerjasama dengan aparat terkait, hari ini Pertamina akan memonitor kembali lokasi untuk mendata kebutuhan warga.

“Setelahnya kami akan kembali salurkan bantuan kembali sesuai kebutuhan warga,” jelas Fadjar.

Selain memberikan bantuan pada warga, Pertamina juga akan menanggung penuh seluruh pengobatan korban, baik yang berada di RS rujukan maupun yang dirawat pada RS afiliasi Pertamina.

Bantuan juga akan diberikan kepada korban meninggal dan keluarganya dalam bentuk pengurusan pemakaman dan tali asih.

“Pertamina berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh penanganan seluruh korban,” tegas Fadjar. (HS-08)

Baznas Terjunkan Tim Selamatkan Warga Plumpang Jakarta Utara

Kebakaran di Plumpang, RS Polri Keramat Jati Identifikasi Korban Meninggal