in

Hasil Panen di Kendal Meningkat, Harga Gabah Petani Menurun

Para petani di Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, melaksanakan panen raya, Selasa (14/2/2023).

HALO KENDAL – Meski hasil panen petani di Kabupaten Kendal tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu, namun harga gabah cenderung menurun.

Seperti diungkapkan petani di Desa Dempelrejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Jukaeri, ditemui saat panen raya, Selasa (14/2/2023).

Dikatakan, hasil panen tahun ini, lebih baik dibandingkan tahun lalu. Hasil panen tahun ini berkisar tujuh hingga sembilan ton per hektare.

“Hasil panen kali ini lebih baik dibandingkan hasil panen tahun lalu. Sekarang hasil panen per hektare mencapai delapan ton, tapi tahun lalu hanya mendapat tujuh ton,” ungkap Jukaeri.

Meski demikian, memasuki masa panen raya tanaman padi Kabupaten Kendal, harga gabah dari petani di sawah mulai turun hingga Rp 5.300 – Rp 5.700 per kilogram.

“Padahal beberapa waktu lalu, sempat mencapai Rp 6.100 per kilogram. Sekarang gabah hasil panen saya dihargai Rp 5.400 per kilogram, atau Rp 540 ribu per kuintal,” bebernya.

Senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Umarkawi. Menurutnya, harga gabah turun di panen raya ini.

Selain menjadi petani, ia yang juga sebagai pembeli gabah atau biasa disebut “tebas pari” mengaku, baru sepekan lalu harga gabah lebih tinggi dari sekarang.

“Harga gabah di pasaran saat ini berkisar Rp 530 ribu hingga Rp 570 ribu per kuintal. Sedangkan pekan lalu mencapai Rp 610 ribu per kuintal,” jelas Umarkawi.

“Kalau yang panen minggu lalu merasakan kenaikan. Kalau sekarang turun. Mungkin karena mulai panen raya,” imbuhya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, proses memanen padi di Kendal, ada yang menggunakan mesin combine atau pemanen kombinasi, dan ada juga yang menggunakan mesin blower atau perontok padi.

Menurutnya, gabah yang dipanen dengan mesin combine, harganya jauh lebih tinggi dibanding yang dipanen menggunakan mesin blower.

“Selisihnya sekitar Rp 30 ribu per kuintal. Karena panen menggunakan mesin combine, hasilnya lebih bersih,” jelas Pandu. (HS-06)

Ganjar Ajak Masyarakat Jateng Bantu Pantarlih untuk Pemilu 2024: Cuma 3 Menit

KBIHU di Batang Minta Pemerintah Kaji Ulang Wacana Kenaikan ONH