in

Persiapkan Generasi Siap Kerja, SMK di Kendal Launching Kursus Tenaga Kerja Terampil

HALO KENDAL – SMK Bhinneka Patebon Kendal melaunching Sekar Jagad Skilled Labor Course, yaitu berupa Kursus Tenaga Kerja Terampil di ruang media SMK Bhinneka Patebon Kendal, Kamis (26/1/2023).

Acara dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah Wilayah XIII, Ernest Ceti Septiyanti, perwakilan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kendal, serta puluhan siswa SMK Bhinneka Patebon.

Kepala Sekolah, Endang Sutani menyampaikan, Kursus Tenaga Kerja Terampil digelar untuk mempersiapkan anak didiknya sebagai generasi siap kerja.

Menurutnya, kursus tenaga kerja terampil dibentuk dengan tujuan untuk pemenuhan tenaga kerja yang dibutuhkan pelaku usaha khususnya di Kawasan Industri Kendal (KIK).

“Kami bekerja sama dengan pihak ketiga, untuk kebutuhan industri dengan anak-anak peserta didik. Harapannya supaya anak-anak nanti bisa terserap kerja di KIK,” terangnya.

Endang menjelaskan, Sekar Jagad Skilled Labor Course SMK Bhinneka menyajikan kursus pelatihan menjahit dengan kurikulum yang telah disesuaikan dengan kebutuhan di dunia industri kerja.

“Selain untuk anak-anak didik di SMK Bhinneka juga dibuka untuk umum. Nanti kita akan persiapkan soft skill maupun hard skillnya,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah Wilayah XIII, Ernest Ceti Septiyanti usai membuka Sekar Jagad Skilled Labor Course SMK Bhinneka mengatakan, pihaknya sangat mendukung dibukanya kursus menjahit SMK Bhinneka.

Menurutnya dengan diresmikannya kursus tenaga kerja terampil di SMK Bhinneka, merupakan salah satu upaya dalam menyiapkan sumber daya yang terampil dan siap kerja.

“Upaya dari kepala Sekolah Bhinneka ini cocok dengan industri. Sehingga kami berharap kegiatan ini bisa dimanfaatkan anak-anak SMK untuk menambah hard skill sehingga ketika masuk ke industri bisa lancar diterima,” ujar Ernest.

Dirinya juga mengungkapkan, setiap sekolah berhak bersinergi dengan pihak manapun yang dapat membantu tambahan pelatihan. Sehingga siswa-siswi lulusan SMK tidak lagi dianggap lulusan yang tidak mempunyai kompetensi yang memadai.

“Harapannya seluruh tamatan SMK di Kabupaten Kendal tidak ada yang menganggur. Apalagi di Kendal ada KIK, yang peluang kebutuhan tenaganya juga cukup tinggi,” ungkap Ernest.(HS)

Puncak Peringatan HBI ke-73, Imigrasi Semarang Ikuti Upacara dan Tasyakuran

Angkat Persoalan Pemerintah Desa, Zulkifli Lulus Promosi Doktor Ilmu Manajeman Unissula Semarang