in

Gus Yaqut Sebut Prestasi Kemenag di 2022 Tidak Lepas dari Peran Menag Sebelumnya

 

HALO SEMARANG – Kementerian Agama meraih banyak prestasi dan apresiasi di tahun 2022.

Capaian prestasi itu antara lain meningkatnya indeks pelayanan haji, penguatan moderasi beragama, revitalisasi KUA, indeks sertifikasi halal, dan reformasi birokrasi.

Apresiasi pun datang dari berbagai pihak eksternal, mulai KPK, Ombudsman, Kementerian PAN dan RB, KASN, hingga media.

Menag RI Yaqut Cholil Qoumas, ketika mengawali sambutan pada Malam Tasyakuran HAB ke-77 Kementerian Agama, Rabu (4/1/2023), mengakui capaian prestasi dan apresiasi ini, tidak lepas dari peran Menteri Agama sebelumnya.

“Terima kasih Mas Lukman Hakim, KH Said Agil Husin Al Munawwar, dan Menteri Agama lainnya. Prestasi ini tidak akan mungkin bisa dicapai oleh Kementerian Agama, bila tidak ada beliau. Saya hanya melanjutkan apa yang telah dilakukan,” kata Menag, seperti dirilis kemenag.go.id.

Yaqut Cholil Qoumas yang akrab pula disebut Gus Yaqut, kemudian memberikan contoh mengenai Moderasi Beragama, yang merupakan produk dari Lukman Hakim.

“Begitu juga dengan KH Said yang dikenal memiliki jaringan kuat di Arab Saudi, sehingga indeks kepuasan haji terus meningkat dari tahun ke tahun,” sambung Menag.

Dalam kesempatan itu, Gus Yaqut juga meminta kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), untuk terus meningkatkan capaian target sertifikasi halal untuk UMKM, dengan bekerja profesional dan meniru gaya coorporate atau perusahaan.

“BPJPH harus profesional dengan budaya coorporate atau perusahaan. Saya melihat dalam dua tahun terakhir kinerja dan capaian BPJPH sangat melesat dengan sertifikasi halal untuk UMKM yang hampir mencapai satu juta. Saya minta pada tahun 2024 BPJPH mencapai target 10 juta sertifikasi halal untuk UMKM di Indonesia. Insya Allah itu bisa tercapai,” harap Menag.

Menag juga mengajak jajarannya untuk tidak jumawa setelah mendapat berbagai prestasi tersebut.

“Hari ini kita berbahagia dengan prestasi yang dicapai, namun jangan sampai kita jumawa dan sombong dengan apa yang diraih. Tugas kita belum selesai. Kita baru setengah jalan dan memulai. Mari kita tuntaskan pekerjaan dalam memberi pelayanan kepada publik dan memberikan pelayanan kepada seluruh umat beragama,” pesan Menag.

Gus Yaqut juga mengemukakan tentang gaya kepemimpinan, di mana dia memilih menjadi pemimpin yang ditakuti.

“Saya tidak basa-basi, kemarin saya sampaikan bahwa ketika harus memilih apakah menjadi pemimpin yang ditakuti atau pemimpin yang dicintai, maka saya akan memilih menjadi pemimpin yang ditakuti. Karena dengan itu saya bisa memastikan gerbong yang saya bawa sampai ke tujuan. Meski demikian saya akan lebih memilih mencintai bapak ibu sekalian,” tandas Menag. (HS-08)

Lancarkan Aliran Sungai, Pemkab Gelar Bersih-Bersih Kali Kendal di Jembatan Masjid Agung

Survei IPMB Kemenag tercatat di Rekor MURI