HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), melaksanakan kegiatan bersih-bersih Sungai atau Kali Kendal di sekitar jembatan Masjid Agung Kendal, Kamis (5/1/2023).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda Kendal, Sugiono, Plt Kepala DPUPR Kendal, Sudaryanto dan Forkopimcam Kendal, serta 100 personel gabungan dari dinas terkait.
Sekda Kendal, Sugiono saat apel persiapan bersih-bersih sungai mengatakan, pasca terjadinya banjir beberapa hari lalu di wilayah Kabupaten Kendal, pemerintah langsung bergerak membersihkan sampah di sungai yang melintasi gorong-gorong Masjid Agung Kendal.
Hal itu menurut mantan Kepala PUPR Kendal tersebut dilakukan, supaya tidak menyumbat aliran air sungai. Sehingga tetap bisa berjalan dengan lancar.
Sekda juga mengatakan, bahwa kegiatan seperti ini sebelumnya sudah sering dilakukan. Namun pasca banjir pastinya banyak membawa sampah, sehingga harus dibersihkan, supaya tidak menyumbat aliran air sungai, dan aliran sungai berjalan lancar.
“Banjir ini kan membawa banyak sampah, jadi harus segera dibersihkan, agar tidak mengendap dan menyumbat gorong-gorong areal masjid Agung Kendal,” ujar Sugiono.
Sementara itu, menurut Koordinator Limbah DPUPR, Dwi Heru Santoso mengatakan, pihaknya mengerahkan beberapa personel untuk membersihkan sampah yang mengganggu arus sungai Kendal.
Dirinya juga menjelaskan, pembersihan sampah difokuskan di sekitar jembatan Masjid Agung Kendal. Mengingat selama hujan deras yang terjadi belakangan ini, banyak sampah yang tersangkut di bawah jembatan.
“Ini melibatkan personel dari Dinas Lingkungan Hidup, kemudian dari DPUPR sebanyak dua tim, yaitu dari cipta karya pasukan limbah dan SDA pasukan biru. Selain itu ada juga dari Porpokla Kecamatan Kendal, ditambah Satgas dari Masjid Agung Kendal,” beber Heru.
Sedangkan untuk limbah sampah yang berhasil diambil para personel, nantinya akan diangkut DLH dan dibuang di Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) di Darupono, Kaliwungu Selatan.
Sementara dari pantauan di lokasi, sampah yang berhasil diambil, terdiri dari berbagai macam sampah rumah tangga dan beberapa potongan batang, dahan dan ranting dari pohon. Bahkan ditemukan sampah kasur yang dibuang di sungai.
“Kami berharap, kepada masyarakat di Kabupaten Kendal, untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di aliran sungai. Karena jika menyumbat, bisa mengakibatkan banjir,” pesan Heru. (HS-06).