in

Tampilkan Kisah Putri Ayu Limbasari, 50 Siswa SD/MI di Purbalingga Ikuti Lomba Bertutur Berhadiah Total Rp10 Juta

Lomba Bertutur Siswa SD/MI Tingkat Kabupaten Purbalingga yang digelar Dinarpus Purbalingga, Senin (11/5/26). (Foto : purbalinggakab.go.id)

 

HALO PURBALINGGA – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Purbalingga menggelar Lomba Bertutur Siswa SD/MI Tingkat Kabupaten Purbalingga, diikuti 50 peserta dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Mei 2026 ini, peserta bersaing memperebutkan hadiah dengan total Rp10.750.000, beserta piala dan sertifikat penghargaan bagi para pemenang.

Kepala Dinarpus Purbalingga, Endi Astono menyampaikan, lomba bertutur menjadi salah satu upaya meningkatkan literasi, kemampuan berbahasa, minat baca, serta membangun karakter anak sejak dini melalui cerita rakyat dan bacaan yang mengandung nilai kehidupan, Senin (11/5/26).

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan menumbuhkan minat baca masyarakat, sekaligus membentuk generasi muda yang dapat menjadi teladan dalam budaya literasi,” ujarnya, seperti dirilis purbalinggakab.go.id.

Dalam lomba tersebut, para peserta membawakan kisah Putri Ayu Limbasari, sebuah cerita rakyat yang berasal dari Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari.

Cerita itu dipilih karena mengandung pesan tentang keteguhan hati, pengorbanan, dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Purbalingga.

Bunda Literasi Purbalingga, Denita Dimas Prasetyahani, mengatakan lomba bertutur bukan sekadar ajang berbicara di depan umum, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi anak-anak untuk membangun rasa percaya diri, mencintai budaya daerah, dan mengasah kemampuan bertutur sejak usia dini.

“Dari sebuah cerita kita belajar tentang nilai kehidupan, keteladanan, keberanian, kejujuran, hingga rasa cinta terhadap budaya daerah kita sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, ketika anak-anak membawakan cerita rakyat dan kisah lokal, mereka turut menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal generasi mendatang.

“Anak yang gemar membaca akan memiliki wawasan luas, imajinasi yang kaya, dan kemampuan berpikir yang lebih baik. Dari buku lahirlah ilmu, dan dari ilmu lahirlah masa depan,” katanya.

Di tengah perkembangan teknologi saat ini, Denita menilai peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang dekat dengan buku dan menyenangkan bagi anak-anak.

Melalui kegiatan seperti lomba bertutur, diharapkan tumbuh generasi yang literat, berkarakter, dan mencintai budaya bangsa. (HS-08)

 

 

14 Desa Ikuti Pilkades Serentak, Pemkab Temanggung Matangkan Tahapan

Pesantren dengan 1.000 Santri Bisa Kelola Dapur MBG Mandiri dan Disesuaikan Jadwal Puasa Santri